Macet Parah Tanpa Petugas, Leuwiliang Lumpuh di Hari Arus Balik Lebaran

0
Macet Parah
Kemacetan terjadi di kawasan Lingkar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, akibat aktivitas pasar malam yang memadati badan jalan, Selasa (24/3/2026). Sejumlah kendaraan terjebak antrean panjang lantaran parkir liar dan tingginya aktivitas warga di sekitar lokasi. Foto : Andres/Narasitoday.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Di arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, arus lalu lintas di jalur nasional Leuwiliang–Bogor, Kabupaten Bogor bagian barat, kembali menunjukkan kepadatan yang mengkhawatirkan. Kemacetan terpantau terjadi pada Selasa (24/3/2026) sore sekitar pukul 17.22 WIB.

Kendaraan mengular dari depan RS Asyifa hingga kawasan Terminal dan Pasar Leuwiliang.

Meski arus lalu lintas tampak padat, kondisi di lapangan justru minim pengawasan. Tidak terlihat adanya petugas yang berjaga di titik-titik rawan kemacetan.

Situasi ini sontak menuai keluhan dari warga dan para pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga :  Dolar AS Tertekan, Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menguat

Fenomena kemacetan di wilayah ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Minggu (22/3/2026), kemacetan parah bahkan sempat melumpuhkan jalur Lingkar Leuwiliang hingga Cibeber sejak sore hingga malam hari.

Aktivitas pasar malam di sekitar lokasi diduga kuat menjadi pemicu utama.

Banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan membuat badan jalan menyempit, hingga arus lalu lintas nyaris tak bergerak.

“Macetnya parah sekali, dari siang sampai malam tidak bergerak. Banyak kendaraan parkir sembarangan karena pasar malam,” ujar Andi (34), salah satu pengguna jalan.

Baca Juga :  Usai Libur Panjang Lebaran, Kepala Terminal Leuwiliang Bersih-Bersih Demi Nyaman Pengunjung

Keluhan serupa disampaikan Rina (28), yang mengaku waktu tempuh perjalanannya menjadi jauh lebih lama dari biasanya.

“Harusnya cuma 30 menit, tapi jadi lama karena pasar malam ramai dan tidak tertib,” katanya.

Sementara itu, Imron, warga Cigudeg, menyoroti minimnya antisipasi dari pihak terkait di lapangan.

“Sepertinya tidak diantisipasi. Di setiap persimpangan macet tidak ada petugas,” ungkapnya.

Keluhan paling mencolok datang dari Adhari, warga Tenjo, yang mengalami kemacetan hingga berjam-jam hanya dalam jarak ratusan meter.

“Kamari pulang ti Sukabumi geus cape, nepi ka pasar ka macet. Ka belokan terminal 200 meter mani tilu jam,” tuturnya, menggambarkan frustrasi akibat kemacetan ekstrem.

Baca Juga :  Melalui Daring, Pemkab Bogor Dukung Gebyar Pelayanan Terpadu UMK Tingkat Jabar 2024

Warga pun berharap adanya langkah konkret dari pemerintah maupun pihak terkait, mulai dari penataan lokasi pasar malam hingga pengaturan lalu lintas yang lebih maksimal.

Selain itu, jalur alternatif dari kawasan terminal dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna mengurai kepadatan yang kerap berulang, terutama saat libur panjang dan akhir pekan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan kemacetan di kawasan Leuwiliang.***

Wartawan : Andreas