
NARASITODAY.COM, CIANJUR – Kobaran api yang muncul menjelang subuh menghanguskan belasan rumah di permukiman padat warga Kampung Pasekon, RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu dini hari. Sedikitnya 11 rumah ludes terbakar, memaksa puluhan warga kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur. Api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di bagian tengah permukiman, lalu dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berdempetan.
“Saya langsung keluar rumah. Api sudah besar dan cepat menjalar ke rumah di sampingnya,” ujar Dadang, warga setempat, yang masih tampak syok saat menceritakan kejadian tersebut.
Kondisi rumah yang berhimpitan membuat api sulit dikendalikan. Warga yang panik berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti ember, gayung, hingga karung basah.
“Kami pakai apa saja yang ada. Tapi angin cukup kencang dan banyak rumah berbahan kayu, jadi api cepat membesar,” lanjutnya.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Cipanas tiba di lokasi tak lama setelah kejadian. Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses jalan yang sempit, hanya sekitar 1,5 meter, membuat kendaraan tidak bisa masuk ke titik kebakaran.
Petugas terpaksa menarik selang sepanjang lebih dari 100 meter dari jalan utama untuk menjangkau lokasi.
“Kami harus menyambung selang karena mobil tidak bisa masuk ke dalam gang,” kata Komandan Regu Damkar Cipanas.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Meski begitu, 11 rumah sudah hangus tak tersisa, menyisakan puing dan asap tipis hingga pagi hari.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Sejumlah warga kehilangan harta benda, termasuk dokumen penting dan tabungan yang tersimpan di rumah.
Polisi dari Polsek Pacet Polres Cianjur masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kami masih mendalami, apakah akibat korsleting listrik atau faktor lain seperti kompor gas,” ujar petugas di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, 11 kepala keluarga dengan total sekitar 45 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas umum seperti masjid.
Pemerintah Desa Cipanas bersama pihak kecamatan telah mendirikan posko darurat untuk menampung para korban sekaligus menyalurkan bantuan.
“Kami fokus pada kebutuhan mendesak seperti makanan, selimut, dan pakaian. Posko juga dibuka untuk masyarakat yang ingin membantu,” ujar Kepala Desa Cipanas, M. Agus.













