Konflik Memanas di Lebanon, Kontingen Indonesia Jadi Korban Serangan

0
Foto : Reuters

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Serangan artileri yang menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Kementerian Pertahanan RI membenarkan kabar gugurnya personel TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa total terdapat tiga personel yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Tarif Listrik Non-Subsidi Triwulan I 2026 Tetap, Jaga Daya Beli Masyarakat

“Satu personel meninggal dunia, satu mengalami luka berat, dan satu lainnya luka ringan,” ujar Rico dalam keterangannya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI turut mengecam keras serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari kontingen Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di UNIFIL, setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Baca Juga :  Tiga Bulan Perang Iran Kecemasan dan Amarah Mulai Membakar Publik Israel

Insiden ini disebut terjadi akibat meningkatnya intensitas konflik di wilayah Lebanon selatan, yang turut berdampak pada keselamatan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan di kawasan tersebut memanas setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel. Serangan itu disebut sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Baca Juga :  Pakistan Tawarkan Diri Jadi Jembatan Damai AS-Iran, Awan Gelap Perang Mengancam Kian Tebal

Situasi tersebut memicu konflik terbuka antara Iran dan Israel yang kemudian meluas hingga ke wilayah Lebanon.

Eskalasi ini tidak hanya berdampak pada pihak-pihak yang berkonflik, tetapi juga menyeret pasukan penjaga perdamaian dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Hingga kini, kondisi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil, sementara upaya diplomasi internasional terus dilakukan untuk meredakan ketegangan.