Perang di Iran Picu Kelangkaan Kantong Sampah di Korea Selatan

0
Perang
Ilustrasi Seorang petugas kebersihan dengan pakaian pelindung berwarna kuning cerah mendorong gerobak.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,SEOUL – Perang yang berkecamuk di Iran serta penutupan Selat Hormuz kini dampaknya terasa hingga ke dapur-dapur warga di Seoul. Bukan kelangkaan bahan pangan yang memicu kegaduhan, melainkan benda sederhana namun krusial dalam sistem sanitasi Korea Selatan yaitu kantong plastik sampah.

Konflik di Timur Tengah tersebut telah memutus rantai pasok nafta bahan kimia turunan minyak bumi yang menjadi bahan baku utama pembuatan plastik. Akibatnya, warga Korea Selatan mulai terjebak dalam aksi panic buying yang ekstrem.

Data dari Pemerintah Seoul menunjukkan lonjakan yang mencengangkan dimana penjualan harian kantong sampah melonjak hampir lima kali lipat menjadi sekitar 2,7 juta unit. Kondisi ini memaksa sejumlah peritel besar untuk menerapkan pembatasan pembelian guna mencegah ludesnya stok dalam sekejap.

Baca Juga :  Khidmat dan Meriah, WNI di Bangkok Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan RI

Sentuhan kepanikan ini berubah menjadi fenomena sosial yang ganjil. Melansir laporan Korea Herald, sebuah insiden pencurian yang terekam kamera pengawas (CCTV) baru-baru ini viral dan menjadi perbincangan hangat di stasiun televisi lokal JTBC.

Dalam rekaman yang ditayangkan pada Sabtu, terlihat seorang wanita tak dikenal memasuki area pembuangan sampah di sebuah kompleks apartemen di Seoul. Alih-alih mencari barang berharga, ia justru mengincar kantong plastik sampah milik warga lain. Ia terlihat membuka kantong yang sudah terisi, membuang isinya begitu saja ke lantai, lalu membawa pergi plastik kosong tersebut.

Baca Juga :  Ekonomi Jadi Tumit Achilles Trump dalam Konflik Tujuh Minggu Lawan Iran

Pengirim video tersebut menyatakan kekecewaannya namun memilih untuk tidak langsung melaporkannya ke polisi.

“Saya memutuskan untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang, tetapi saya berjanji akan mengambil tindakan hukum jika kejadian serupa terjadi lagi,” ujar sumber tersebut sebagaimana dilansir JTBC.

Ketatnya Aturan Sampah di Negeri Ginseng

Mengapa selembar plastik menjadi begitu berharga di Korea Selatan? Jawabannya terletak pada regulasi yang ketat. Berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Sampah Korea, setiap rumah tangga diwajibkan menggunakan kantong sampah khusus yang dijual secara resmi di setiap distrik.

Baca Juga :  Sanitary Landfill Gantikan Open Dumping, Langkah Berani Bupati Bogor Atasi Krisis Sampah

Petugas kebersihan tidak akan mengambil sampah yang dibungkus dengan plastik biasa. Hal inilah yang membuat warga khawatir jika pasokan plastik terhenti, sampah mereka akan menumpuk di rumah tanpa ada yang mengangkut.

Kelangkaan ini bahkan mengubah perilaku pasar. Beberapa pedagang kini mulai menawarkan kantong plastik sampah sebagai “hadiah mewah” atau bonus untuk setiap pembelian produk tertentu, sebuah strategi pemasaran yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.

Selagi ketegangan di Selat Hormuz belum mereda, nafta akan tetap menjadi barang langka, dan kantong plastik sampah akan terus menjadi komoditas panas yang diperebutkan di jalanan Seoul.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com