5 Kondisi Medis yang Picu Keputihan Warna Hitam

0
Keputihan
Ilustrasi celana dalam putih.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Keputihan merupakan hal yang umum dialami oleh perempuan. Namun, perubahan warna menjadi hitam atau gelap sering kali menimbulkan kekhawatiran. Meski dalam beberapa kasus tidak berbahaya, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu diwaspadai.

Berikut lima kondisi medis yang dapat memicu keputihan berwarna hitam:

1. Sisa Darah Menstruasi
Keputihan berwarna hitam sering kali disebabkan oleh sisa darah menstruasi yang tertinggal di dalam rahim dan keluar secara perlahan. Warna gelap muncul karena darah telah teroksidasi sebelum keluar dari tubuh.

Baca Juga :  Kenali 8 Tanda Tubuh Kelebihan Gula Sebelum Terlambat Mengatasi Masalah Kesehatan

2. Infeksi pada Organ Reproduksi
Infeksi bakteri atau jamur dapat menyebabkan perubahan warna keputihan, termasuk menjadi kehitaman. Biasanya kondisi ini juga disertai gejala lain seperti bau tidak sedap, gatal, atau nyeri.

3. Penyakit Radang Panggul (PID)
Penyakit ini merupakan infeksi serius pada organ reproduksi wanita. Selain nyeri panggul, penderita juga dapat mengalami keputihan abnormal yang berubah warna, termasuk menjadi gelap atau hitam.

Baca Juga :  5 Komplikasi Kesehatan Akibat Kelebihan Zat Besi, Risiko Fatal yang Perlu Diketahui

4. Benda Asing di Dalam Vagina
Tertinggalnya benda asing seperti tampon atau alat kontrasepsi tertentu dalam waktu lama dapat memicu infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan berwarna gelap, bahkan kehitaman, disertai bau yang menyengat.

5. Kanker Serviks
Dalam kasus yang jarang namun serius, keputihan hitam bisa menjadi tanda kanker serviks. Biasanya disertai gejala lain seperti perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri saat berhubungan, dan penurunan kondisi kesehatan secara umum.

Baca Juga :  Lip Balm Bikin Bibir Semakin Kering? Kenali 5 Faktor Penyebab & Cara Mengatasinya

Para ahli menyarankan agar perempuan tidak mengabaikan perubahan warna keputihan, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala lain. Pemeriksaan ke tenaga medis sangat penting untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Menjaga kebersihan organ intim, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta peka terhadap perubahan pada tubuh menjadi langkah awal untuk mencegah gangguan yang lebih serius.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com