NARASITODAY.COM,CALIFORNIA – Panggung politik California mendadak riuh. Eric Swalwell, anggota DPR Amerika Serikat yang semula menjadi salah satu kandidat unggulan dalam pemilihan Gubernur California, resmi menyatakan pengunduran dirinya dari bursa pencalonan pada Minggu (12/4/2026).
Langkah drastis ini diambil setelah badai dugaan pelecehan seksual menerjang kampanye pria dari Partai Demokrat tersebut, memicu pengunduran diri massal para stafnya dan tekanan hebat dari internal partai.
Pengakuan di Media Sosial
Melalui platform X, Swalwell menyampaikan keputusannya untuk menyudahi ambisi politiknya menuju kursi gubernur. Ia memilih untuk memisahkan masalah pribadinya dari gerakan kampanye yang telah dibangun.
“Saya menangguhkan kampanye saya untuk jabatan Gubernur,” tulis Swalwell sebagaimana dikutip dari CNN.
Dalam pernyataan yang sama, ia menyampaikan permohonan maaf kepada lingkaran terdekatnya, meski tetap bersikeras bahwa tuduhan terberat yang dialamatkan kepadanya adalah tidak benar.
“Kepada keluarga, staf, dan para pendukung saya, saya sangat menyesal atas kesalahan penilaian yang telah saya buat di masa lalu. Saya akan melawan tuduhan serius dan palsu yang telah dibuat, tetapi itu adalah perjuangan saya, bukan perjuangan sebuah kampanye,” tambahnya.
Tuduhan yang Mengubah Peta Politik
Kejatuhan Swalwell bermula dari laporan investigasi CNN dan San Francisco Chronicle yang terbit pada Jumat lalu. Seorang mantan staf memberikan pengakuan mengejutkan terkait insiden yang diduga terjadi di New York City pada 2024.
Mantan staf tersebut mengklaim bahwa Swalwell melakukan tindakan kekerasan seksual saat dirinya dalam kondisi tidak berdaya akibat pengaruh alkohol. “Saya mendorongnya menjauh, sambil berkata tidak. Dia tidak berhenti,” ungkap mantan staf tersebut dalam laporannya.
Dugaan ini kini telah masuk ke ranah hukum. Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan mengonfirmasi tengah melakukan penyelidikan mendalam. Tak hanya itu, otoritas di Alameda County juga sedang mengevaluasi laporan lain terkait perilaku tidak pantas yang diduga terjadi pada 2019 di wilayah Bay Area.
Secara keseluruhan, terdapat tiga perempuan lain yang muncul ke publik dengan tuduhan serupa, mulai dari perilaku seksual yang tidak pantas hingga pengiriman pesan dan foto eksplisit tanpa persetujuan. Swalwell membantah seluruh tuduhan tersebut.
Masa Depan yang Abu-abu
Mundurnya Swalwell dari kompetisi menuju pemilihan pendahuluan pada 2 Juni mendatang meninggalkan lubang besar di kubu Demokrat California. Sebelumnya, ia diprediksi akan melaju mulus sebagai salah satu kandidat terkuat.
Kini, perhatian publik beralih pada posisinya di Washington. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Swalwell akan terus menjalankan fungsinya sebagai anggota DPR AS hingga masa jabatannya berakhir pada Januari mendatang, atau apakah tekanan politik akan memaksanya menanggalkan jabatan tersebut lebih awal.
Di balik gemerlap baliho kampanye yang kini diturunkan, Eric Swalwell kini harus menghadapi babak paling kelam dalam karier politiknya yaitu sebuah pertarungan hukum di meja hijau untuk membersihkan namanya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














