Penembakan di Kyiv Tewaskan Enam Orang, Pelaku Sempat Menyandera di Supermarket

0
Kyiv
Ilustrasi Bayangan sebuah tangan yang memegang pistol.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,KYIV – Suasana akhir pekan di distrik Holosiivskyi, Kyiv, mendadak berubah mencekam setelah insiden penembakan terjadi pada Sabtu. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dan 14 lainnya terluka dalam peristiwa yang kini diselidiki sebagai dugaan aksi terorisme.

Pelaku, seorang pria kelahiran Rusia, akhirnya tewas setelah ditembak aparat kepolisian usai aksi pengejaran dan penyanderaan.

Berdasarkan keterangan otoritas, pelaku awalnya menembaki pejalan kaki di jalanan distrik tersebut tanpa peringatan. Aksi brutal itu kemudian berlanjut ketika ia memasuki sebuah supermarket dan menyandera sejumlah orang di dalamnya.

Dinas Keamanan Ukraina menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam pidato video malamnya mengonfirmasi rincian kejadian dan jumlah korban. Ia menggambarkan lokasi sebagai kawasan yang biasanya tenang dan hijau, jauh dari gambaran kekerasan mendadak yang terjadi.

Baca Juga :  Satu Pekerja Tewas di Bogor, Netizen Ramai Bahas Standar Keselamatan Kerja

“Dia menyandera dan sayangnya, salah satu dari mereka tewas. Empat orang tewas begitu saja di jalan. Seorang wanita meninggal di rumah sakit setelah terluka parah,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Minggu (19/4/2026).

Di antara korban luka terdapat seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang kehilangan kedua orang tuanya dalam insiden tersebut, menurut Jaksa Agung Ruslan Kravchenko.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan tim darurat mengevakuasi korban dan membawa jenazah ke dalam kendaraan. Insiden penembakan seperti ini tergolong jarang terjadi di Ukraina, yang selama ini lebih sering menghadapi ancaman serangan udara dalam konflik bersenjata.

Baca Juga :  5 Solusi Mengatasi Gatal Eksim Tanpa Menggaruk yang Direkomendasikan Dokter

Kesaksian warga menggambarkan kepanikan yang terjadi di lokasi.
“Saya terkejut ketika melihat foto-foto orang-orang yang telah tewas,” kata seorang warga, Lesia Rybzha (45).

“Saya masih tidak mengerti mengapa, selain (Rusia) membunuh kami dengan serangan udara, orang-orang juga dibunuh di jalanan,” tambahnya.

Seorang warga lain yang mengaku bernama Hanna menyebut pelaku merupakan tetangganya yang dikenal tertutup dan jarang berinteraksi.

“Dia tidak ingin berkomunikasi dengan siapa pun. Ketika saya duduk di luar di jalan dia mengenal saya dari wajah saya, dia akan menyapa saya sebentar dan bergegas pergi untuk menjalankan urusannya. Dia tidak dekat dengan tetangganya atau siapa pun,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menjelaskan bahwa aparat sempat mencoba bernegosiasi selama sekitar 40 menit sebelum akhirnya menyerbu lokasi penyanderaan.

Baca Juga :  Petugas Damkar Tanggap Cepat, Kebakaran Sekolah di Serua Ciputat Berhasil Dikendalikan

Ia mengungkapkan bahwa pelaku, pria kelahiran Moskow tahun 1958, memiliki senjata yang terdaftar secara resmi dan izin medis untuk menggunakannya. Dalam aksinya, pelaku bergerak menyusuri jalan dan menembaki korban dari jarak dekat.

“Dia hanya menembak orang-orang dari jarak dekat. Dia mendekati dan menembak mereka. Jadi orang-orang memiliki peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup,” katanya.

Insiden ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan di Ukraina, di tengah situasi keamanan yang sudah tertekan oleh konflik berkepanjangan. Di kawasan yang sebelumnya dikenal tenang, jejak kepanikan kini tersisa meninggalkan duka bagi keluarga korban dan pertanyaan besar tentang motif di balik serangan tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com