Gempa M 6,0 Guncang Timor Tengah Utara, Warga Diminta Tetap Tenang

0
Timor Tengah Utara
Ilustrasi alat pendekteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KEFAMENANUKeheningan pagi di wilayah Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mendadak pecah oleh getaran hebat yang berasal dari perut bumi. Pada Selasa (21/4/2026) pukul 10.17 WIB, sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,0 mengguncang kawasan tersebut, mengejutkan warga yang tengah beraktivitas di bawah terik matahari NTT.

Pusat guncangan terpantau berada di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 124,20 Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 67 km arah barat laut Timor Tengah Utara. Meski getaran terasa cukup kuat karena kedalamannya yang masuk kategori menengah, yakni 31 km, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera meredam kekhawatiran masyarakat terkait ancaman gelombang laut pasang.

Baca Juga :  Bayang-bayang Megathrust Nankai: China Peringatkan Warganya di Jepang Bersiap Hadapi Skenario Terburuk

“Tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan BMKG melalui akun resmi X (dahulu Twitter), Selasa (21/4/2026).

Guncangan di Tengah Aktivitas Pagi

Bagi warga di daratan Timor, guncangan sebesar M 6,0 bukanlah hal yang bisa disepelekan. Getaran tersebut dilaporkan membuat benda-benda yang tergantung bergoyang dan beberapa warga sempat berhamburan keluar rumah untuk memastikan keselamatan. Lokasi episenter yang berada di laut lepas pantai TTU membuat rambatan gelombang seismik terasa meluas hingga ke beberapa kabupaten tetangga.

Baca Juga :  Upaya Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Pemkab Bogor Verifikasi 347 Kampung Ramah Lingkungan

Hingga berita ini diturunkan, suasana di pusat kota Kefamenanu dan sekitarnya berangsur kondusif. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mengumpulkan data terkait kemungkinan kerusakan bangunan.

Waspada Tanpa Panik

Meski BMKG telah memastikan tidak ada ancaman tsunami, otoritas terkait tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan (aftershocks). Belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat peristiwa ini.

Baca Juga :  343 CPNS Kabupaten Bogor Siap Bertransformasi, Latsar Resmi Dibuka Bupati Bogor

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara, yang secara geografis memang berada di zona aktif tektonik, untuk selalu memiliki kesiapsiagaan bencana dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah mengimbau warga agar hanya mempercayai informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com