
NARASITODAY.COM,BEKASI – Pagi yang dingin di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026), mendadak sibuk. Sirine pengawalan memecah keheningan saat iring-iringan Presiden Prabowo Subianto tiba untuk menjenguk para korban selamat dari kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi semalam.
Tanpa banyak protokoler yang kaku, Presiden langsung melangkah menyusuri poli bedah hingga ruang perawatan Bougenville. Di sana, aroma antiseptik bercampur dengan haru saat kepala negara berinteraksi langsung, menggenggam tangan korban, dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang masih nampak trauma.
Janji Evaluasi dan Investigasi Menyeluruh
Presiden Prabowo tidak hanya datang untuk memberikan empati, tetapi juga membawa ketegasan. Setelah menerima laporan terkini mengenai jumlah korban yang hingga pukul 06.30 WIB tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka Presiden menginstruksikan perawatan tanpa batas hingga pulih total.
Di hadapan awak media, Presiden menyoroti masalah klasik yang menjadi muara dari tragedi ini yaitu keamanan perlintasan.
“Saya hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana, tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” tegas Presiden Prabowo.
Fokus Penyelamatan dan Peran KNKT
Kunjungan ini memperlihatkan sisi kemanusiaan pemerintah di tengah proses teknis yang rumit. Sejak Senin malam, petugas gabungan telah berjibaku melakukan evakuasi intensif, bahkan harus melakukan penyelamatan dramatis terhadap penumpang yang sempat terjepit di antara reruntuhan gerbong yang ringsek.
Terkait penyebab pasti tabrakan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi ini diharapkan menjadi cermin objektif untuk membedah sistem keselamatan perkeretaapian nasional yang dinilai masih memiliki celah berbahaya.
Kunjungan pagi ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir secara penuh. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini bukan sekadar sebagai kecelakaan transportasi, melainkan sebuah evaluasi besar terhadap kedaulatan keselamatan publik.
Kini, sementara para penyintas berjuang menuju kesembuhan di ruang-ruang RSUD Bekasi, tim KNKT mulai bergerak di lokasi kejadian untuk memastikan agar suara benturan keras di Stasiun Bekasi Timur semalam tidak pernah terdengar lagi di masa depan.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













