NARASITODAY.COM, JAKARTA – Belantika musik Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. James F. Sundah, komposer bertangan dingin di balik lagu legendaris “Lilin-Lilin Kecil”, mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 70 tahun di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (7/5/2026).
Kabar duka ini pertama kali tersiar melalui unggahan menyentuh dari sang istri, Lia Sundah Santoso, di media sosial Instagram. Kepergian James tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan kekosongan besar bagi ekosistem musik yang selama ini ia perjuangkan.
Perjuangan Melawan Kanker
Di balik mahakarya yang tak lekang oleh waktu, James ternyata telah lama berjuang melawan penyakit Small Cell Lung Cancer atau kanker paru-paru sel kecil. Berdasarkan informasi dari sang istri, kondisi kesehatan James sempat menurun drastis dalam dua minggu terakhir akibat nyeri neuropati yang hebat.
Kondisi fisik yang melemah dan penurunan berat badan yang signifikan terjadi tepat sebelum ia dijadwalkan memulai pengobatan baru menggunakan Zepzelca. Namun, takdir berkata lain; sang pejuang hak cipta itu harus menyerah pada penyakit yang telah memasuki tahap pengobatan lini ketiga tersebut.
Isak Tangis Para Sahabat
Kabar berpulangnya James segera memicu gelombang belasungkawa dari para tokoh seni tanah air. Diva Indonesia, Ruth Sahanaya, tampak menjadi salah satu sosok yang paling kehilangan. Melalui kolom komentar di unggahan Lia, penyanyi yang akrab disapa Uthe ini meluapkan rasa sedihnya kehilangan sosok yang sudah dianggap sebagai kakak.
“Liaaaaa…. Selamat jalan Kakak’ku, sahabatku,” tulis Uthe dengan deretan emoji yang menggambarkan kepedihan mendalam.
Tak hanya Uthe, vokalis D’Masiv, Rian Ekky Pradipta, juga turut menyampaikan duka citanya.
“Turut berduka mba Lia.. Selamat jalan om James,” tulis Rian diikuti dengan emoji menangis.
Rapper Saykoji dan sutradara pertunjukan Jay Subyakto pun turut menguatkan Lia atas kepergian suami tercintanya.
“My deepest condolences,” tulis Saykoji. “Bela sungkawa sedalam-dalamnya, Lia. Rest in Love,” sambung Jay Subyakto.
Sang Pejuang Hak Cipta
Lahir pada 1 Desember 1955, James F. Sundah bukan sekadar penulis lagu biasa. Namanya abadi lewat lagu “Lilin-Lilin Kecil” yang dipopulerkan oleh Chrisye—sebuah lagu yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu lagu pop Indonesia terbaik sepanjang masa.
Namun, warisan James bukan hanya nada. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai pengamat musik dan pejuang hak-hak musisi yang gigih. Ia adalah tokoh yang paling lantang menyuarakan pentingnya implementasi Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia. Baginya, kesejahteraan penulis lagu dan kreator adalah fondasi utama agar ekosistem musik nasional bisa terus bernapas.
Kini, sang “Lilin Kecil” telah padam, namun cahaya perjuangannya untuk kemuliaan musik Indonesia dipastikan akan tetap menyala di hati para seniman yang ia tinggalkan. Selamat jalan, James F. Sundah.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














