Pengalaman Junior Menjadi Modal Danish dan Veda Dalam Menghadapi Sirkuit Moto3 2026

0
Le Mans
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama.Foto : gpnesia.com

NARASITODAY.COM, Aspal panas Sirkuit Le Mans, Prancis, akan menjadi saksi bisu babak baru persaingan dua talenta muda terbaik Asia Tenggara akhir pekan ini. Di tengah deru mesin kelas Moto3 2026, sorotan tertuju pada “duel klasik” antara debutan asal Malaysia, Hakim Danish, dan bintang muda Indonesia, Veda Ega Pratama.

Meski berstatus sebagai pendatang baru (rookie), keduanya bukan orang asing di lintasan balap dunia. Sejak level junior, nama Danish dan Veda selalu muncul dalam daftar rivalitas sengit, mulai dari Asia Talent Cup (ATC), Red Bull MotoGP Rookies Cup, hingga FIM JuniorGP.

Bayang-Bayang Catatan Masa Lalu

Hakim Danish sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di sirkuit-sirkuit Eropa. Pembalap berusia 18 tahun ini dikenal sebagai “penguasa podium” di Jerez dengan koleksi tiga kali runner-up di ajang Rookies Cup. Ia juga pernah mencicipi manisnya gelar juara di Buriram pada ATC 2022.

Baca Juga :  Diburu China Usai Kegagalan, Shin Tae-yong Pilih Fokus Bangun Timnas Indonesia

Namun, memasuki kasta Moto3, keberuntungan seolah belum memihak Danish. Di dua seri pembuka yang menggunakan sirkuit familiar, Buriram dan Jerez, Danish gagal menembus sepuluh besar. Ia hanya mampu finis di urutan ke-18 di Thailand dan ke-13 di Spanyol.

Berbeda dengan rivalnya, Veda Ega Pratama justru tampil meledak sejak seri pertama. Mengandalkan motor Honda Team Asia, pembalap asal Gunungkidul ini langsung mencuri perhatian dunia setelah finis di posisi kelima di Thailand dan keenam di Spanyol.

Baca Juga :  Dunia Olahraga Diguncang Kasus Pelecehan, Erick Thohir Minta Sikap Tegas Tanpa Kompromi

Menariknya, catatan podium Veda di masa junior sebenarnya tidak se-konsisten Danish di sirkuit tertentu, namun ia memiliki mentalitas petarung yang kuat saat berada di grup depan kelas Moto3. Veda tercatat pernah dua kali juara di Buriram, namun di Jerez ia hanya sekali naik podium ketiga saat berlaga di Rookies Cup 2025.

Kini, balapan berlanjut ke Le Mans. Di atas kertas, Sirkuit Le Mans adalah “rumah” bagi Hakim Danish. Ia tercatat pernah tiga kali naik podium di lintasan legendaris Prancis ini selama masa juniornya. Sebaliknya, Veda Ega belum pernah mencicipi posisi tiga besar saat membalap di Le Mans sebelumnya.

Baca Juga :  Marc Marquez Dinilai Balap dengan Cara Unik, Kecepatan dan Risiko Tinggi Jadi Satu

Statistik ini memberikan angin segar bagi pendukung Malaysia. Ada harapan besar bagi Danish untuk memanfaatkan memori indahnya di Le Mans guna memutus tren positif Veda Ega. Namun, melihat performa stabil Veda di dua seri awal, Danish harus bekerja ekstra keras jika tidak ingin kembali tertinggal di belakang knalpot pembalap Indonesia tersebut.

Dunia balap motor kini menanti, apakah “kutukan” hasil kurang mentereng Danish di awal musim akan pecah di Prancis, ataukah Veda Ega akan terus melesat melampaui statistik masa lalunya untuk kembali mengibarkan Merah Putih di jajaran elit Moto3? Jawabannya akan tersaji dalam adu kecepatan di lintasan Le Mans akhir pekan ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com