NARASITODAY.COM,WUJIANG – Dinding-dinding tinggi di Wujiang, China, kini menjadi saksi bisu perjuangan dua talenta muda panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani dan Alma Ariella Tsany. Mulai Jumat (8/5/2026), keduanya akan mengawali langkah di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing (World Climbing) Wujiang 2026, membawa harapan besar dari tanah air.
Sebagai single event perdana di tahun 2026, ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi 13 atlet pilihan Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI). Namun, perhatian khusus tertuju pada nomor Lead, di mana Putra dan Alma akan menguji ketahanan fisik dan ketajaman strategi mereka di ketinggian.
Memanjat dengan Hati
Bagi Alma Ariella Tsany, keberangkatan ke China sejak Selasa lalu bukan sekadar untuk bertanding, melainkan untuk melampaui batas kemampuannya sendiri. Peraih medali emas SEA Games 2025 ini tampil dengan mentalitas yang tenang namun fokus. Didukung penuh oleh tim pelatih dan route setter, Alma mengaku telah menjalani persiapan yang sangat intens.
Meski memiliki prestasi mentereng, Alma memilih untuk tetap rendah hati dalam menetapkan targetnya di nomor Lead putri.
“Target saya sederhana saja bisa memanjat bagus dan bisa maksimal, serta menikmati di kompetisi kali ini,” ujar Alma dalam unggahan video resmi federasi, Kamis (7/5/2026).
Ambisi Menuju Podium
Di sisi lain, kobaran semangat berbeda datang dari Putra Tri Ramadani yang akan bertarung di nomor Lead putra. Putra tidak ragu untuk mematok target tinggi. Baginya, setiap jengkal poin di dinding Wujiang adalah anak tangga menuju podium juara.
Putra mengungkapkan bahwa tim pelatih telah menyusun program khusus untuk mengoptimalkan kualitas panjatannya. Koordinasi yang erat dengan rekan setim dan pelatih menjadi kunci utamanya dalam mengatasi kendala teknis selama masa adaptasi di China.
“Target saya di Wujiang ini tentunya tampil maksimal sebisa saya, dan bisa masuk final atau podium,” tegas Putra dengan penuh percaya diri.
Ujian Pertama di Babak Kualifikasi
Perjuangan mereka dimulai hari ini melalui babak kualifikasi yang melelahkan. Jika berhasil menembus ketatnya persaingan di hari pertama, Putra dan Alma akan melanjutkan pendakian mereka ke babak semifinal dan final yang dijadwalkan bergulir esok hari.
Kejuaraan Dunia Wujiang 2026 ini bukan sekadar tentang medali, melainkan tentang bagaimana para atlet muda Indonesia ini menjaga ritme pernapasan dan kekuatan jemari mereka di atas ketinggian, demi mengibarkan Merah Putih di puncak tertinggi. Rakyat Indonesia kini menanti, apakah dinding Wujiang akan menjadi tempat lahirnya sejarah baru bagi panjat tebing nasional.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














