Kelompok Ekstremis Boko Haram Kembali Melakukan Penculikan Massal di Nigeria

0
Nigeria
Ilustrasi bendera Nigeria. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BORNO – Keheningan pagi di Desa Mussa, kawasan Askira-Uba, Negara Bagian Borno, Nigeria Timur Laut, pecah menjadi mimpi buruk yang mencekam pada Jumat (15/5/2026). Kelompok ekstremis Boko Haram kembali melancarkan aksi terornya dengan menyerbu sebuah sekolah menengah negeri setempat dan menculik setidaknya 42 siswa yang tengah belajar.

Insiden ini menambah panjang daftar kelam penculikan massal di Nigeria, sebuah taktik usang namun tetap mematikan yang terus menghantui masa depan generasi muda di sana.

Pagi yang Kelam di Ruang Kelas

Serangan terjadi secara mendadak saat kegiatan belajar-mengajar baru saja dimulai. Kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan bagian dari faksi Boko Haram merangsek masuk ke lingkungan sekolah, menciptakan kepanikan massal sebelum akhirnya menggiring puluhan siswa malang tersebut ke dalam hutan.

Baca Juga :  Ledakan di Masjid Maiduguri Menghancurkan Ketenteraman, 5 Tewas dan 35 Luka-Luka

Kabar menyayat hati ini dikonfirmasi langsung oleh Senator Ali Ndume pada Sabtu (16/5/2026). Ndume menggambarkan bagaimana peristiwa ini menyisakan trauma mendalam, meremukkan hati para orang tua yang melepas anak-anak mereka di pagi hari dengan harapan akan pendidikan, namun harus menerima kenyataan pahit di siang harinya.

Penculikan di sekolah ini jauh lebih mengerikan karena terjadi ketika para siswa yang kurang mampu dan tangguh ini sedang fokus mengikuti pelajaran pagi mereka,” ujar Ndume dalam pernyataan resminya.

Merespons tragedi ini, Ndume mendesak keras lembaga keamanan nasional, terutama Angkatan Darat Nigeria, untuk bergerak cepat. Ia meminta militer segera mengintensifkan operasi penyelamatan darurat sebelum para sandera dibawa lebih jauh ke dalam sarang persembunyian kelompok radikal tersebut.

Baca Juga :  Merayakan Hari Buku Anak Sedunia: Mengenang Hans Christian Andersen dan Menggali Pentingnya Literasi Anak

Boko Haram dan Taktik Sandera Massal

Wilayah timur laut Nigeria memang telah lama terjebak di bawah bayang-bayang ketakutan. Kawasan ini menjadi basis operasi utama bagi Boko Haram serta kelompok Islamic State West Africa Province (ISWAP) yang berafiliasi dengan ISIS.

Sejak mengangkat senjata dalam pemberontakan ekstremis pada awal tahun 2000-an, aksi kekerasan brutal Boko Haram tercatat telah menewaskan puluhan ribu jiwa sejak tahun 2009. Bagi kelompok ini, anak-anak sekolah adalah target empuk. Penculikan massal digunakan sebagai instrumen tawar yang efektif untuk memeras uang tebusan dari pemerintah atau sekadar menjadi alat propaganda teror yang mematikan.

Respons Militer dan Keterlibatan Pasukan AS

Pemerintah Nigeria sebenarnya tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis telah dikerahkan, mulai dari pengiriman pasukan komando tambahan ke titik-titik rawan hingga mempererat kemitraan militer internasional.

Baca Juga :  Serangan Bersenjata di Jos, Nigeria Tewaskan 27 Orang

Sebagai bagian dari strategi global memerangi terorisme, Amerika Serikat bahkan telah menerjunkan sekitar 100 personel militer ke wilayah Nigeria Utara sejak Februari 2026 lalu. Pasukan khusus AS ini memegang peran krusial di balik layar:

  • Pelatihan Taktis: Meningkatkan kemampuan tempur dan gerak cepat pasukan lokal di medan berat.
  • Berbagi Intelijen: Membuka akses informasi berbasis satelit dan teknologi pengawasan demi melacak pergerakan kelompok radikal.
  • Dukungan Teknis: Memperkuat sistem pertahanan militer Nigeria guna membendung lonjakan serangan yang kian agresif.

Kini, dengan hilangnya 42 siswa dari ruang kelas mereka, efektivitas kolaborasi militer ini kembali diuji di tengah tangis para orang tua yang menanti kepulangan anak-anak mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com