Gunung Marapi di Sumatra Barat Meletus, Abu Vulkanik Tinggi Hingga 2.000 Meter

0
Gunung Marapi
Ilustrasi Gunung Marapi eropsi.Foto : berbuatbaik.id

NARASITODAY.COM, BUKITTINGGIGunung Marapi yang membentang di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, kembali menunjukkan geliat vulkaniknya. Pada Sabtu (30/5/2026) pagi, gunung api aktif tersebut meletus dan melontarkan kolom abu kelabu tebal setinggi 2.000 meter ke udara, memutus ketenangan pagi warga di kaki gunung.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi yang berbasis di Kota Bukittinggi, erupsi tercatat mulai terjadi pada pukul 08.42 WIB. Dentuman dan gemuruh yang menyertai letusan awal tersebut terekam berlangsung selama 85 detik.

Baca Juga :  Dapatkah Smartphone Non-Flagship Menjalankan Windows 11? Temukan Faktanya!

“Letusan sampai saat laporan ini dibuat masih berlangsung,” ujar petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi, saat dikonfirmasi pada Sabtu pagi.

Ahmad menjelaskan bahwa embusan angin membawa kolom abu vulkanik berintensitas tebal tersebut condong bergerak ke arah timur laut. Pemandangan langit di sekitar gunung pun perlahan mulai diselimuti kabut pekat material vulkanik.

Radius Aman 3 Kilometer dan Antisipasi ISPA

Saat ini, Gunung Marapi masih ditetapkan berada pada status Waspada (Level II). Merespons aktivitas vulkanik yang kembali meningkat, pihak otoritas dengan tegas melarang masyarakat setempat maupun para wisatawan untuk mendekati, apalagi melakukan aktivitas apa pun di dalam radius aman 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Baca Juga :  Lindungi Diri di Gunung, 5 Fungsi Emergency Blanket yang Jarang Diketahui

Selain ancaman langsung dari material letusan, bahaya sekunder berupa hujan abu halus juga mengintai kesehatan warga di sekitar lereng gunung. Pihak PGA Marapi pun mengeluarkan sejumlah panduan keselamatan mendesak agar masyarakat terhindar dari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kerugian materiel.

“Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,” kata Ahmad mengimbau.

Baca Juga :  UNESCO dan Dunia Desak Pemberhentian Proyek Pariwisata Sinai yang Rusak Warisan Dunia

Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan terus memantau fluktuasi aktivitas kegempaan Marapi. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak PVMBG serta BPBD setempat.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com