
NARASITODAY.COM, BOGOR — Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigudeg, Ade Permana bersama jajaran pengurus bertakziah ke rumah duka bocah korban terkaman anjing pemburu babi hutan di Kampung Tipar, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (8/6/2026) sore.
Kedatangan Ade dan anggota Karang Taruna sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tragis yang menewaskan anak berusia 9 tahun tersebut.
“Kami bersama pengurus Karang Taruna Kecamatan Cigudeg bertakziah ke rumah duka. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian kemarin,” ujar Ade Permana kepada wartawan.
Dalam kesempatan itu, Ade mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait keberadaan anjing pemburu babi hutan yang disebut masih berkeliaran di wilayah sekitar.
Menurutnya, warga hingga kini masih diliputi rasa trauma dan khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.
“Kita berkomunikasi dengan keluarga dan beberapa masyarakat di sini, ternyata hewan-hewan anjing itu masih berkeliaran,” katanya.
Ade juga mengungkapkan, dampak dari keresahan tersebut membuat salah satu sekolah di wilayah setempat diliburkan karena kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman anjing pemburu yang belum sepenuhnya diamankan.
“Saya harapkan ada tindakan cepat karena trauma masyarakat masih ada. Tadi bahkan ada satu sekolah yang diliburkan karena kekhawatiran masyarakat terhadap hewan-hewan anjing itu yang masih berkeliaran,” ungkapnya.
Karang Taruna Kecamatan Cigudeg meminta aktivitas perburuan babi hutan di wilayah Cigudeg, khususnya di kawasan Argapura dan Rengasjajar, ditindak tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kita meminta perburuan babi di wilayah Kecamatan Cigudeg, terutama di wilayah Argapura dan Rengasjajar, untuk ditindak tegas,” tegas Ade.
Ia juga meminta aparat kepolisian dan pemerintah segera mengambil langkah cepat dalam menangani persoalan tersebut.
“Pelaku juga harus ditindak tegas oleh Polres Bogor dan pemerintah harus segera mengambil tindakan cepat untuk menghindari hal-hal seperti ini terjadi kembali,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya, korban berinisial MAS (9), siswa kelas 4 SD, tewas setelah diduga diserang anjing pemburu babi hutan saat sedang memancing di wilayah Kampung Pasirkapuk, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Minggu (7/6/2026).
Korban ditemukan warga dalam kondisi tertelungkup di atas rerumputan dengan luka di bagian kepala.
Peristiwa itu sempat viral di media sosial melalui rekaman video yang memperlihatkan proses evakuasi korban oleh petugas kepolisian dan TNI menggunakan mobil patroli.
Wartawan : Andreas












