NARASITODAY.COM – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi secara langsung uji coba peluncuran rudal jelajah strategis dan memerintahkan kesiapan penuh dalam penggunaan kemampuan serangan nuklir untuk melindungi negara dengan cara yang paling efektif.
Langkah ini diambil sebagai bentuk peringatan kepada “musuh yang secara serius melanggar lingkungan keamanan negara” dan terus “memicu serta memperburuk konfrontasi.”
“Yang dijamin oleh kemampuan serangan yang kuat adalah pencegahan dan kapasitas pertahanan yang paling sempurna,” ujar Kim, seperti dilaporkan oleh kantor berita negara, KCNA, pada Jumat (28/2/2025).
Dalam uji coba tersebut, Kim menegaskan bahwa Korea Utara harus memiliki “perisai nuklir yang dapat diandalkan” dan memperkuat kesiapan tempur nuklirnya secara menyeluruh. “Adalah misi dan tanggung jawab angkatan bersenjata nuklir DPRK untuk mempertahankan kedaulatan nasional secara permanen dan menjamin keamanan negara,” tegasnya.
Kim juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesiapan operasional kekuatan nuklir Korea Utara, termasuk latihan penggunaan nuklir dalam berbagai skenario pertempuran.
KCNA melaporkan bahwa uji coba rudal ini dilakukan pada Rabu di atas laut lepas pantai barat Semenanjung Korea. Korea Utara telah mengembangkan rudal jelajah strategis dalam beberapa tahun terakhir dengan tujuan utama untuk mengangkut hulu ledak nuklir.
Berbeda dengan rudal balistik, rudal jelajah ini cenderung tidak mendapat reaksi keras dari komunitas internasional karena tidak secara eksplisit dilarang dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.
Namun, Dewan Keamanan PBB telah melarang Korea Utara untuk mengembangkan rudal balistik dan senjata nuklir, serta memberlakukan berbagai sanksi internasional atas pelanggaran yang dilakukan negara tersebut.
Kim tidak menyebutkan secara spesifik negara mana yang menjadi sasaran peringatannya, meskipun selama ini retorika keras Korea Utara sering kali ditujukan kepada Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Meskipun Presiden AS Donald Trump telah mengungkapkan niatnya untuk kembali berkomunikasi dengan Kim, pemimpin Korea Utara itu tetap mempertahankan sikap kerasnya terhadap Washington dan Seoul.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














