NARASITODAY.COM – Angin segar akan segera berembus ke kantong para pekerja Indonesia. Di tengah gejolak ekonomi global dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menggulirkan stimulus ekonomi baru pada bulan depan. Salah satu program unggulannya adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU) bantuan langsung tunai yang ditujukan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat.
Dalam siaran pers yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (26/5/2025), pemerintah mengumumkan bahwa BSU akan diberikan kepada pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan.
Namun tak hanya pekerja berupah rendah, mereka yang tinggal di wilayah dengan upah minimum lebih tinggi dari Rp3,5 juta pun tetap akan menerima bantuan.
Menariknya, perhatian pemerintah juga menyentuh kelompok pekerja yang kerap terabaikan: para guru honorer di seluruh Indonesia juga akan masuk dalam daftar penerima manfaat. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi mereka yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi namun dalam keterbatasan ekonomi.
Kapan semua ini akan resmi diumumkan? Pemerintah menjadwalkan pengumuman lengkap kebijakan tersebut pada 5 Juni 2025 titik awal bagi jutaan pekerja yang menanti kejelasan bantuan yang dijanjikan.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, langkah ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap para pekerja, tetapi juga strategi untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.
“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,”
ungkap Airlangga.
Stimulus ini diharapkan menjadi pemantik roda ekonomi menggerakkan kembali pasar, meningkatkan daya beli, dan memperkuat pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bagi sebagian masyarakat, bantuan langsung ini lebih dari sekadar angka di rekening bank ia adalah harapan.
Dengan pendekatan kebijakan yang menyentuh kelompok rentan dan fokus pada konsumsi domestik, pemerintahan baru Prabowo mencoba menegaskan satu pesan: pemulihan ekonomi bukan sekadar wacana, tapi langkah nyata yang harus segera terasa di dapur rakyat.***














