Pendopo Jasinga Hidup Kembali, Jadi Pusat Literasi Anak Muda

0
Pendopo Jasinga Hidup Kembali, Jadi Pusat Literasi Anak Muda

NARASITODAY.COM- Pendopo eks Kewadanaan Jasinga yang sebelumnya rusak kini hidup kembali sebagai ruang literasi berkat rekonstruksi yang dilakukan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade.

Setiap Sabtu sore, tempat bersejarah ini menjadi lokasi kegiatan baca buku bersama para pemuda Jasinga.

Kegiatan yang berlangsung di Distrik Djasinga itu dimanfaatkan oleh komunitas literasi untuk membaca, berdiskusi, dan menggali sejarah serta budaya lokal.

Baca Juga :  Kompak Pakai Seragam Loreng, Bupati dan Wakil Bupati Bogor Hadiri Lokakarya dan Pelantikan Pengurus KPPKBB

“Alhamdulillah, berkat kepedulian Bapak Rudy Susmanto dan Jaro Ade, kini kami memiliki ruang terbuka untuk belajar bersama,” ujar RM Dery, salah satu inisiator kegiatan literasi, Sabtu (5/7/2025).

Menurut Dery, kegiatan yang diberi nama Sampiran Literasi ini sudah memasuki pertemuan kelima.

Buku yang dibaca dalam forum tersebut antara lain Monograf Perlawanan Rakyat Banten Melawan Imperialisme karya Djoko Marihandono dan Juwono, serta kisah kepahlawanan Pangeran Mangkubumi Wargadierja.

Baca Juga :  Helaran Budaya Warnai Penutupan Hari Jadi Bogor ke-544, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Alun-alun

“Siapa pun boleh datang, intinya baca buku bersama secara reading group,” bebernya.

Sementara salah satu penggagas Sampiran Literasi Ra Dien

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang membaca, tetapi juga ruang diskusi berbagai isu lokal, sejarah kampung halaman, hingga perancangan gerakan kecil yang berdampak sosial di masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Bogor Hadiri Silaturahmi Kepala Daerah se-Jabar di Gedung Sate

“Tempat ini bukan hanya bangunan, tapi rumah bagi ide-ide dan semangat kami untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya.

Jadi kata dia, kepedulian pemerintah daerah dalam merekonstruksi pendopo ini mendapat apresiasi dari kalangan pemuda di Jasinga.

“Kita menilai pembangunan tak selalu soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menghadirkan ruang berpikir bagi generasi muda,” tukasnya.***