Kenapa Minum Teh Malam Bisa Bikin Begadang? 5 Risiko yang Perlu Dipahami

0
teh
Ilustrasi Tuangkan teh hangat. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Teh merupakan salah satu minuman paling populer di dunia dan telah menjadi bagian dari tradisi berbagai budaya selama ribuan tahun. Rasanya yang lembut, aromanya yang menenangkan, serta kandungan antioksidannya membuat teh sering dianggap sebagai minuman sehat yang bisa dinikmati kapan saja termasuk sebelum tidur. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu menyehatkan bagi semua orang.

Beberapa orang melaporkan sulit tidur, gelisah, atau terjaga lebih lama setelah menikmati secangkir teh di malam hari. Para ahli menjelaskan bahwa efek teh terhadap kualitas tidur sangat bergantung pada kandungan kimia di dalamnya, terutama kafein dan senyawa stimulan lainnya seperti teofilin dan teobromin, yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat.

Kandungan kafein dalam secangkir teh memang lebih rendah dibandingkan kopi, tetapi jumlahnya tetap cukup signifikan untuk memengaruhi pola tidur, terutama jika dikonsumsi menjelang waktu istirahat malam.

Selain itu, sensitivitas tubuh terhadap kafein berbeda pada tiap individu ada yang tetap bisa tidur nyenyak setelah minum teh malam, namun ada juga yang langsung sulit terlelap selama berjam-jam.

Berikut adalah lima risiko utama yang perlu dipahami terkait kebiasaan minum teh di malam hari, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan tidur atau tubuh yang sensitif terhadap kafein.

1. Gangguan Kualitas Tidur

Kafein berfungsi sebagai stimulan alami yang menghambat kerja adenosin senyawa kimia dalam otak yang memicu rasa kantuk. Akibatnya, rasa lelah tertunda, dan tubuh tetap aktif walau seharusnya sudah bersiap untuk istirahat.

Baca Juga :  7 Sinyal Tubuh Kelebihan Gula, dari Cepat Lapar hingga Sulit Tidur

Pada sebagian orang, efek kafein bisa bertahan hingga 6–8 jam setelah dikonsumsi. Jika teh diminum sekitar pukul 8 malam, maka kafein masih dapat memengaruhi otak hingga dini hari.

Kondisi ini membuat tidur menjadi dangkal, sering terbangun di tengah malam, dan durasi tidur total berkurang. Dalam jangka panjang, gangguan kualitas tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh, memperburuk suasana hati, dan menurunkan konsentrasi keesokan harinya.

2. Waktu Tidur yang Semakin Sulit Dicapai

Bagi sebagian orang, efek kafein bukan hanya membuat terjaga, tetapi juga memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk memasuki fase tidur awal (sleep onset). Artinya, meski sudah berbaring di tempat tidur, tubuh belum benar-benar “siap” untuk tidur karena sistem saraf masih aktif.

Malam yang seharusnya digunakan untuk memulihkan energi akhirnya justru terbuang karena sulit terlelap. Kondisi ini bisa memicu efek domino berupa rasa kantuk di pagi hari, penurunan performa kerja, dan meningkatnya stres akibat kurang istirahat.

3. Gangguan Pola Napas saat Tidur

Meskipun jarang dibahas, konsumsi teh berkafein di malam hari juga dapat memengaruhi pola pernapasan, terutama bagi individu dengan gangguan seperti sleep apnea ringan. Kafein dan senyawa stimulan lainnya dapat meningkatkan denyut jantung dan mempercepat ritme napas, sehingga beberapa orang merasakan napas menjadi lebih dangkal saat mencoba tidur.

Kondisi ini berpotensi membuat seseorang lebih sering terbangun karena tubuh secara refleks mencoba menyesuaikan ritme napas. Dalam jangka panjang, gangguan tidur akibat pola napas yang tidak stabil bisa menurunkan kualitas tidur secara signifikan dan mengganggu metabolisme tubuh.

Baca Juga :  5 Gejala Fisik yang Menandai Seseorang Akan Meninggal Menurut Medis

4. Gangguan Pencernaan

Teh, terutama jenis hitam dan hijau yang mengandung kafein tinggi, bisa meningkatkan produksi asam lambung. Bagi individu yang memiliki masalah seperti maag atau refluks asam (GERD), konsumsi teh menjelang tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut atau dada.

Rasa panas dan perih akibat naiknya asam lambung bisa membuat seseorang sulit tertidur, bahkan terbangun di tengah malam. Karena itu, bagi yang memiliki sistem pencernaan sensitif, disarankan untuk tidak mengonsumsi teh pada malam hari, atau menggantinya dengan teh herbal tanpa kafein yang lebih ramah di perut.

5. Perubahan pada Jam Biologis

Konsumsi teh berkafein di malam hari juga dapat mengacaukan ritme sirkadian — jam biologis alami tubuh yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk atau terjaga. Jika ritme ini terganggu, waktu tidur dan bangun menjadi tidak teratur.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami kantuk berlebihan di siang hari, namun sulit tidur di malam hari. Gangguan ritme sirkadian ini tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga berdampak pada keseimbangan hormon, sistem kekebalan, dan kesehatan jangka panjang.

Tips Praktis Mengurangi Risiko Sulit Tidur Akibat Teh Malam

Meski memiliki potensi mengganggu tidur, teh bukanlah minuman yang harus dihindari sepenuhnya. Dengan beberapa langkah sederhana, Anda tetap bisa menikmati teh tanpa khawatir kehilangan waktu istirahat yang berharga:

  1. Batasi teh berkafein setelah sore hari, terutama setelah pukul 5 sore. Pilihlah varian teh rendah kafein atau teh herbal seperti chamomile, peppermint, atau rooibos yang dikenal membantu relaksasi.
  2. Kurangi kadar kafein dengan merendam teh lebih lama lalu buang air seduh pertama, karena sebagian besar kafein akan larut pada penyeduhan awal.
  3. Pilih teh decaf (teh tanpa kafein) jika tetap ingin menikmati aroma dan rasa teh tanpa efek stimulasi saraf.
  4. Konsumsi dalam porsi kecil dan hindari minuman teh yang terlalu pekat sebelum tidur.
  5. Tetapkan rutinitas tidur yang konsisten tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari agar tubuh terbiasa mengenali jam istirahatnya.
  6. Perhatikan respons tubuh. Jika merasa gelisah atau sulit tidur setelah minum teh, hentikan kebiasaan minum teh malam selama beberapa hari dan amati perubahannya.
Baca Juga :  WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC dan Uganda Sebagai Darurat Kesehatan Internasional

Kesimpulan

Menikmati teh di malam hari memang terasa menenangkan, tetapi efeknya tidak selalu sama bagi setiap orang. Kandungan kafein dalam teh bisa menjadi pedang bermata dua di satu sisi memberikan energi dan fokus, di sisi lain dapat mengganggu ritme alami tidur.

Kunci utamanya adalah keseimbangan dan kesadaran diri. Mengenali batas tubuh, memilih jenis teh yang tepat, serta menerapkan pola tidur teratur akan membantu menjaga kualitas istirahat dan kesehatan secara menyeluruh. Dengan langkah yang bijak, teh tetap bisa menjadi sahabat malam yang menenangkan bukan penyebab begadang yang melelahkan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber