NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pernah nggak sih kamu bertemu seseorang yang emosinya gampang banget berubah — satu saat bisa sayang banget, tapi beberapa jam kemudian bisa marah besar tanpa alasan yang jelas? Nah, bisa jadi orang tersebut sedang berjuang dengan Borderline Personality Disorder atau yang lebih dikenal dengan BPD.
BPD adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati ekstrem, perilaku impulsif, dan kesulitan menjaga hubungan yang stabil. Menurut Mayo Clinic, orang dengan BPD sebenarnya sangat mendambakan hubungan yang langgeng, tapi di sisi lain, mereka juga punya ketakutan besar akan ditinggalkan. Hal inilah yang seringkali membuat hubungan mereka terasa seperti “roller coaster”.
- Takut banget ditinggalkan
Salah satu ciri paling umum adalah rasa takut berlebihan kalau akan ditinggalkan. Misalnya, pasangan pulang kerja lebih malam dari biasanya bisa membuat mereka panik dan cemas. Akhirnya, mereka jadi terlalu melekat — padahal niatnya ingin dekat, tapi justru bisa membuat hubungan renggang.
- Hubungan yang naik-turun
Dalam hubungan percintaan, orang dengan BPD bisa jatuh cinta secepat itu… tapi juga bisa kecewa secepat itu. Emosi mereka berubah cepat, membuat hubungan terasa tidak stabil, bahkan bisa berakhir sebelum sempat benar-benar dimulai. Hal ini juga sering terjadi dalam pertemanan dan hubungan keluarga.
- Identitas diri yang sering berubah
Orang dengan BPD kadang merasa tidak tahu siapa diri mereka sebenarnya. Hari ini bisa percaya diri banget, tapi besoknya malah merasa benci sama diri sendiri. Karena itu, mereka bisa sering berganti tujuan hidup, pekerjaan, atau bahkan pasangan.
- Perilaku impulsif dan merugikan diri
Mereka bisa bertindak tanpa berpikir panjang — seperti menghamburkan uang, makan berlebihan, atau bahkan mengemudi ugal-ugalan. Semua dilakukan sebagai cara pelarian dari emosi yang sulit dikendalikan.
- Pikiran untuk melukai diri sendiri
Sayangnya, beberapa orang dengan BPD juga berjuang dengan pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup. Ini biasanya muncul karena rasa sakit emosional yang dalam dan sulit diungkapkan.
- Perubahan emosi yang cepat banget
Mood mereka bisa berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Hal-hal kecil yang bagi orang lain biasa saja bisa membuat mereka merasa sangat terpuruk.
- Merasa hampa
Perasaan kosong dan tidak berarti sering kali menghantui pengidap BPD. Untuk mengisi kehampaan itu, sebagian mencoba hal-hal ekstrem seperti pesta makan, menggunakan obat-obatan, atau berhubungan tanpa pertimbangan matang. Tapi sayangnya, hal itu jarang benar-benar membantu.
- Kemarahan yang meledak-ledak
Rasa marah bisa muncul secara tiba-tiba dan sulit dikontrol. Kadang diarahkan ke orang lain, kadang juga ke diri sendiri. Mereka bisa berteriak, membanting barang, atau bahkan menyalahkan diri sendiri.
- Rasa curiga dan disosiasi
Beberapa orang dengan BPD juga bisa merasa curiga berlebihan terhadap orang lain, atau mengalami disosiasi — semacam perasaan “terlepas” dari diri sendiri, biasanya saat stres berat.
Masih Bisa Punya Hubungan yang Sehat, Kok
Meski terdengar berat, bukan berarti orang dengan BPD nggak bisa punya hubungan yang sehat dan bahagia. Dengan terapi yang tepat, latihan mindfulness, serta dukungan dari orang-orang terdekat, mereka bisa perlahan belajar mengatur emosi dan memahami diri sendiri.
Dukungan dari keluarga, sahabat, dan pasangan juga penting banget. Tapi perlu diingat, buat kamu yang menjadi pendukung, jangan lupa jaga diri juga dengan membuat batasan yang sehat.
Jadi, kalau kamu atau orang di sekitarmu punya ciri-ciri seperti ini, nggak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional. Karena memahami diri sendiri adalah langkah awal menuju hubungan yang lebih tenang dan bermakna. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : popbela.com













