Insiden Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Catat 221 Kasus dari 441 Keracunan Pangan Nasional

0
Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi makan gratis yang bergizi dan sehat. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan data mengenai insiden keracunan yang dialami oleh penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Berdasarkan catatannya, total 11.640 penerima manfaat terdampak oleh keracunan MBG.

Data ini dipaparkan Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI pada Rabu (12/11/2025). Dari total tersebut, penerima manfaat yang terdampak dari Kasus Luar Biasa (KLB) tercatat di Wilayah I sebanyak 1.808 orang, Wilayah II sebanyak 7.925 orang, dan Wilayah III sebanyak 1.907 orang, sehingga totalnya mencapai 11.640 orang.

Baca Juga :  Bupati Bogor Tinjau SDN 04 Cijayanti, Pastikan Program Pendidikan dan MBG Berjalan Optimal

Namun, Dadan juga menyebutkan bahwa data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu total penerima manfaat yang mengalami kasus keracunan mencapai 13.371 orang.

Dadan menjelaskan bahwa dari 441 total kejadian keracunan pangan di Indonesia, program MBG menyumbang 221 kejadian atau kurang lebih 48% dari keseluruhan insiden keracunan pangan nasional.

Baca Juga :  BGN Minta Kepala Daerah Awasi Dapur MBG Selama Ramadan

Lebih lanjut, dari data BGN, total penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan dan harus rawat inap mencapai 636 orang, sementara data Kemenkes mencatat 638 orang.

“Kemudian yang rawat jalan di data kami 11.004. Di kemenkes 12.755, sehingga totalnya kalau berbasis laporan kemenkes itu 13.371 penerima manfaat yang alami gangguan kesehatan akibat program makan bergizi,” kata Dadan.

Baca Juga :  Viktor Axelsen Sambut Pelatih Baru: Mantan Rival Taufik Hidayat Siap Bimbing!

Meskipun demikian, Dadan menyatakan bahwa mayoritas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan dengan baik, dengan total 1,8 miliar porsi yang telah diberikan kepada penerima manfaat hingga saat ini.

“Alhamdulilah sebagian besar berjalan dengan baik,” katanya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com