P Diddy Murka, Tuduh Netflix Tayangkan Dokumenter Pakai Rekaman Ilegal

0
P Diddy. Foto: Dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Meski tengah mendekam di penjara, drama baru kembali datang dari sosok P Diddy. Kali ini, ia menyeret nama besar 50 Cent dan Netflix dalam polemik panas.

Netflix merilis serial dokumenter Sean Combs: The Reckoning pada 2 Desember 2025. Tayangnya dokumenter itu membuat P Diddy, melalui juru bicaranya, meluapkan kemarahan. Mereka menilai proyek tersebut sangat tidak pantas.

“Film yang disebut sebagai ‘dokumenter’ ini benar-benar memalukan,” ujar perwakilan P Diddy dalam pernyataan yang dikutip Daily Star, Rabu (3/12/2025).

Mereka mengklaim Netflix sudah bermasalah sejak awal, terlebih setelah melihat cuplikan yang ditayangkan di program Good Morning America.

Menurut kubu Diddy, Netflix memanfaatkan rekaman yang tidak pernah diberi izin rilis.

“Cuplikan yang muncul di GMA membuktikan bahwa Netflix menggunakan rekaman curian yang seharusnya tidak boleh dipublikasikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Persidangan Perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf Kembali Berlanjut dengan Pembuktian dari Pihak Tergugat

Tudingan Penyalahgunaan Rekaman Pribadi

Pihak Diddy menambahkan bahwa rapper tersebut telah merekam perjalanan hidupnya sejak usia 19 tahun untuk menceritakan kisah versinya sendiri—rekaman yang kini, menurut mereka, disalahgunakan.

Netflix dan CEO Ted Sarandos tahu bahwa Tuan Combs telah mengumpulkan rekaman sejak remaja. Tidak adil dan ilegal jika Netflix memanfaatkan materi tersebut tanpa izin,” tulis mereka.

Mereka juga menuduh Netflix hanya mengejar sensasi dari pemberitaan negatif yang menyelimuti Diddy dalam beberapa tahun terakhir.

Netflix jelas ingin membesar-besarkan setiap aspek kehidupan Combs tanpa memedulikan kebenaran,” kata mereka lagi.

Lebih jauh, pihak Diddy mengecam penggunaan percakapan pribadi sang rapper dengan pengacaranya.

“Jika Netflix peduli dengan fakta atau hak hukum Combs, mereka tidak akan menggunakan rekaman pribadi yang diambil di luar konteks, termasuk percakapan dengan pengacara yang tidak ditujukan untuk publik.”

Baca Juga :  Obati Rindu Wannable, Wanna One Umumkan Proyek Reuni

Menyeret Nama 50 Cent

Ketegangan makin bertambah ketika nama 50 Cent, produser dokumenter tersebut, ikut disinggung. Diddy dan 50 Cent memang sudah lama bermusuhan.

“Mengejutkan bahwa Netflix memberi kendali kreatif kepada Curtis ‘50 Cent’ Jackson, lawan lamanya yang memiliki dendam pribadi dan sering menyerang Combs,” tulis mereka.

Pernyataan itu muncul hanya sehari sebelum dokumenter tayang, tepat setelah Netflix merilis cuplikan terbaru. Salah satu bagian yang menyita perhatian adalah rekaman enam hari sebelum penangkapan Diddy pada 2024—momen yang berujung pada vonis terkait pengangkutan orang untuk prostitusi, meski ia dibebaskan dari tuduhan perdagangan seks dan pemerasan.

Dalam rekaman tersebut, Combs terdengar berkata:
“Kita perlu menemukan seseorang yang mau bekerja sama dengan kita, yang bahkan pernah berkecimpung di bisnis paling kotor sekalipun.”

Baca Juga :  Hari Ibu 2025 di Rumah? Tonton 10 Film Bertema Ibu Ini di Netflix

Respons Netflix

Saat dimintai komentar oleh Variety, Netflix memilih merujuk pada pernyataan sang sutradara, Alexandria Stapleton.

“Kami mendapatkan rekamannya secara legal dan memiliki hak penuh untuk menayangkannya,” tegasnya.

Stapleton menyebut P Diddy memang dikenal gemar mendokumentasikan dirinya sendiri selama puluhan tahun, sehingga keberadaan rekaman tersebut bukan hal mengejutkan.

“Kami menjaga identitas pembuat rekaman semaksimal mungkin. Satu hal yang jelas, Sean Combs selalu merekam dirinya sendiri, dan itu obsesinya sejak lama,” ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa tim produksi telah berulang kali mencoba menghubungi pihak hukum Diddy untuk wawancara atau komentar, namun tak pernah mendapat tanggapan. (MG2)

Editor : Nathania

Sumber : detikpop