NARASITODAY.COM, BOGOR- Bukan sekadar urusan sendok dan garpu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bogor serius mengasah etika dan profesionalisme anggotanya.
Lewat pelatihan table manner, para pengurus dan anggota DWP diajak tampil lebih percaya diri saat menghadiri jamuan resmi, terutama ketika mendampingi suami dalam acara kenegaraan. Pelatihan tersebut digelar di kawasan Cisarua, Senin (15/12).
Materi yang diberikan cukup lengkap, mulai dari etika dasar, cara berkomunikasi yang santun, penampilan diri, hingga tata cara makan yang baik termasuk urutan hidangan dan penggunaan alat makan agar tidak salah ambil sendok.
Ketua DWP Kabupaten Bogor, Disi Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja DWP tahun 2025 sekaligus sejalan dengan motto organisasi, “Sehat Berdaya”. Menurutnya, pemahaman table manner penting dimiliki anggota DWP, khususnya mereka yang sering hadir di acara formal.
“Di tingkat kecamatan, jamuan resmi itu sering sekali. Hadirnya pejabat dari pusat, provinsi, hingga kabupaten membuat Ketua DWP Unit harus siap mendampingi suami dengan etika yang tepat,” ujarnya.
Disi menambahkan, pelatihan ini bukan hanya soal gaya makan, tetapi juga upaya meningkatkan kepercayaan diri anggota saat berada di lingkungan formal.
“Harapannya, kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi, meningkatkan etika kepribadian, serta profesionalisme anggota, baik di acara resmi maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa peran anggota DWP sangat penting dalam mendukung tugas suami sekaligus mewujudkan visi dan misi organisasi.
Karena itu, Disi mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin.
Tak hanya membahas etika di meja makan, DWP Kabupaten Bogor juga menunjukkan kepedulian pada dunia pendidikan.
Organisasi ini memberikan stimulan biaya pendidikan bagi putra-putri anggota DWP dari PNS golongan I dan II.
Penyerahan stimulan akan dilakukan secara simbolis pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP dalam waktu dekat.
Sebanyak 10 anak ditetapkan sebagai penerima, masing-masing lima dari unsur kecamatan dan lima dari perangkat daerah, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).
“Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memotivasi anak-anak anggota agar terus berprestasi sejak dini,” pungkasnya.***
Wartawan : Andreas














