BMKG Peringatkan Ancaman Siklon 93S, Waka Komisi V DPR Imbau Warga Lebih Siaga!

0
BMKG
Ilustrasi cuaca extrem. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di saat jutaan keluarga di Indonesia mulai mengemas koper untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, sebuah ancaman senyap tengah mengintai dari arah Samudera Hindia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S kini telah menguat, membawa potensi cuaca ekstrem yang membayangi kegembiraan libur panjang.

Terbentuk sejak 11 Desember lalu di selatan Jawa Timur, siklon ini kini menjadi “tamu tak diundang” yang memaksa warga untuk berpikir ulang sebelum meninggalkan rumah.

Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, meminta masyarakat untuk bersikap realistis. Ia menekankan bahwa keselamatan nyawa harus melampaui euforia perayaan tahunan.

Baca Juga :  Presiden Trump Dukungan RUU Partai Republik, Krisis Perawatan Kesehatan AS Tetap Belum Terpecahkan

“Memang BMKG sekaligus peringatan itu, kita harus waspadai kita antisipasi dengan pikiran yang cerdas. Walau kita sadar bahwa setiap akhir tahun adalah tempat (momen) berkumpul keluarga, tapi kalau tidak penting-penting amat (bisa) melalui videocall untuk mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru,” ujar Ridwan Bae kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Ridwan menambahkan bahwa meskipun keinginan untuk pulang kampung sangat kuat, berdiam diri di rumah bisa menjadi keputusan paling bijaksana saat ini.

Baca Juga :  Jabodetabek Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Sejumlah Faktor Pemicunya

“Tapi kalau tidak terlalu penting sebaiknya berdiam diri di rumah saja, atau lebih banyak tinggal di rumah saja dulu, jangan meninggalkan tempat,” sambungnya. Namun, bagi warga yang terpaksa tetap bepergian, ia mengingatkan agar selalu waspada dan tetap berdoa.

Dampak dari Siklon 93S tidak bisa dipandang sebelah mata. BMKG telah memetakan wilayah-wilayah “zona merah” yang berpotensi terdampak langsung oleh amukan siklon ini:

  • Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat: Mencakup wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT bagian barat.
  • Angin Kencang: Berpotensi menyapu pesisir selatan Jawa Barat hingga Bali.
  • Gelombang Tinggi (1.25 – 2.5 meter): Menjadi ancaman serius bagi aktivitas pelayaran di Samudera Hindia mulai dari selatan Banten hingga Pulau Sumba.
Baca Juga :  LSI Ungkap Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Pembahasan Revisi KUHAP

Kini, di tengah mendungnya langit Desember, pilihan ada di tangan masyarakat. Apakah akan tetap membelah hujan demi tradisi, atau memilih keamanan di balik pintu rumah. Peringatan BMKG menjadi pengingat bahwa alam sedang tidak bersahabat, dan seperti yang dikatakan Ridwan Bae, teknologi seperti videocall mungkin bisa menjadi jembatan rindu yang paling aman di tengah ancaman Siklon 93S.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com