Angelina Jolie Saksikan Tumpukan Bantuan yang Terhenti di Tengah Krisis Gaza

0
Angelina Jolie
Aktris sekaligus pembuat film asal Amerika Serikat, Angelina Jolie.Foto : wikipedia.org

NARASITODAY.COM, MESIR – Aktris sekaligus pembuat film asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, berdiri di depan sebuah gudang besar di perlintasan Rafah, perbatasan Mesir dan Jalur Gaza, Jumat (2/1/2026). Di dalam gudang itu, ribuan paket bantuan medis yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru tertahan, membeku dalam ketidakpastian birokrasi.

Kunjungan mantan utusan khusus UNHCR ini terjadi di momen kritis. Israel baru saja menangguhkan operasional puluhan organisasi bantuan internasional yang belum memperbarui registrasi, sebuah kebijakan yang kian mempersempit celah kemanusiaan bagi jutaan warga Gaza.

Jolie meninjau langsung jalur utama distribusi logistik tersebut dan berbicara dengan para relawan yang berjuang melawan waktu. Ia menyaksikan sendiri bagaimana barang-barang esensial ditolak masuk ke zona konflik.

Baca Juga :  Cerita Chiki Fawzi Minta Izin Ayah Ikang Fawzi untuk Ikut Misi Kemanusiaan ke Tunisia

“Saya berbicara dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang bekerja keras melakukan yang terbaik untuk mengatasi berbagai pembatasan dan tantangan dalam menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke Gaza. Saya berjalan melewati sebuah gudang besar yang penuh dengan barang-barang yang ditolak masuk, sebagian besar berupa perlengkapan medis,” ujar Jolie dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari CNN.

Kebijakan baru Israel yang mewajibkan organisasi internasional menyerahkan data pribadi staf mereka telah memicu kekhawatiran global. Meski Israel berdalih langkah ini untuk mencegah penyalahgunaan oleh Hamas, PBB dan tinjauan pemerintah AS menyatakan tidak ada bukti pencurian bantuan secara luas.

Baca Juga :  Gencatan Senjata Gaza Kembali Berlaku, Ketegangan Belum Reda

Kunjungan Jolie juga memotret realitas pahit di dalam Gaza: perang melawan cuaca. Hujan deras dan suhu ekstrem telah meruntuhkan bangunan yang sudah rapuh. Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan sedikitnya 20 orang tewas akibat bangunan runtuh saat mencari perlindungan dari badai.

Bagi warga yang bertahan di tenda-tenda darurat, angin kencang bukan sekadar gangguan, melainkan ancaman nyawa. Di tengah kondisi “katastropik” ini, Jolie menekankan bahwa bantuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan mutlak.

“Apa yang perlu dilakukan sudah jelas: gencatan senjata harus tetap berlaku, dan akses harus dijaga, aman, serta segera diperluas agar bantuan, bahan bakar, dan pasokan medis penting dapat bergerak cepat dan konsisten sesuai dengan kebutuhan,” tegas Jolie.

Baca Juga :  Angelina Jolie Kritik Politik AS, Soroti Krisis Kebebasan Ekspresi

Selain bertemu dengan petugas Bulan Sabit Merah Mesir, Jolie menjadwalkan pertemuan dengan keluarga pengungsi asal Palestina dan Sudan yang kini berlindung di Mesir. Ia memberikan peringatan keras bahwa setiap jam penundaan bantuan memiliki konsekuensi fatal.

“Perlengkapan musim dingin dan peralatan medis penting harus segera masuk tanpa penundaan. Setiap hari gangguan berarti hilangnya nyawa,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sepuluh negara telah memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza terus merosot ke titik terendah, sementara ribuan paket bantuan masih tertahan di gudang-gudang perbatasan yang dikunjungi Jolie.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com