NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif dengan menghentikan sementara impor daging babi dan produk turunannya dari Spanyol. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya wabah African Swine Fever (ASF) ke dalam negeri.
Melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin), pemerintah meningkatkan kewaspadaan setelah adanya laporan wabah ASF di Spanyol berdasarkan data dari World Organisation for Animal Health (WOAH). Seluruh petugas karantina diminta memperketat pengawasan lalu lintas daging babi dari negara tersebut.
Langkah penghentian impor ini bersifat sementara dan akan terus diberlakukan hingga kondisi kesehatan hewan di Spanyol dinyatakan aman kembali secara resmi. Barantin menegaskan, setiap pemasukan daging babi dari wilayah terdampak akan dikenakan tindakan penolakan hingga pemusnahan sesuai aturan yang berlaku.
ASF sendiri merupakan penyakit yang sangat menular pada babi dan dapat menyebabkan kematian tinggi, meski tidak berbahaya bagi manusia. Namun, dampaknya terhadap peternakan dan perekonomian dinilai cukup besar. Karena itu, pemerintah menilai pencegahan dini menjadi kunci utama untuk melindungi sektor peternakan nasional. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth













