Kapasitas Listrik Nasional Tembus 107,51 GW, Pemerintah Gaspol Ketahanan Energi

0
Kapasitas Listrik Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan capaian kinerja sektor ESDM tahun 2025 dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1). Pemerintah mencatat peningkatan signifikan kapasitas listrik nasional serta penyerapan tenaga kerja di sektor energi.

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah terus menggeber pemerataan akses listrik nasional. Sepanjang 2025, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional tercatat naik sekitar 7 gigawatt (GW), dari 100,65 GW pada 2024 menjadi 107,51 GW.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong swasembada energi, sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, peningkatan kapasitas listrik ke depan harus terus dipacu, seiring target pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin ambisius.

Baca Juga :  Ketika AI Menjadi Ustaz: Krisis Otoritas Keagamaan di Era Algoritma

Menurutnya, ketersediaan listrik memiliki peran vital sebagai penggerak investasi dan industri dalam negeri.

“Dalam analisa kami, di 2026 ini kapasitas harus kita genjot. Karena pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah juga tinggi,” ujar Bahlil saat Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1).

Secara tren, kapasitas terpasang pembangkit memang terus menanjak sejak 2020. Saat itu, kapasitas nasional masih berada di angka 72,75 GW.

Baca Juga :  Fakta Menarik Tentang Buah Nanas Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Angka tersebut meningkat menjadi 74,53 GW pada 2021, melonjak ke 83,81 GW di 2022, lalu mencapai 91,17 GW pada 2023, hingga akhirnya menembus 107,51 GW di 2025.

Tak hanya dari sisi pasokan, konsumsi listrik masyarakat juga menunjukkan tren positif.

Pemerintah menargetkan konsumsi listrik per kapita pada 2025 sebesar 1.464 kilowatt hour (kWh). Namun realisasinya justru melampaui target, yakni mencapai 1.584 kWh atau setara 108,2 persen.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Indonesia Stop Impor Solar Mulai 2026

“Kalau konsumsi naik, itu artinya ada pertumbuhan permintaan. Dan itu berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ini juga menunjukkan pemerataan,” jelas Bahlil.

Ia menambahkan, kenaikan konsumsi listrik per kapita tak lepas dari suksesnya Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Sepanjang 2025, Program Listrik Desa telah menjangkau 1.516 lokasi dengan total 77.616 pelanggan. Sementara itu, program BPBL sudah direalisasikan untuk 205.968 rumah tangga hingga akhir Desember 2025.

Wartawan : Andreas