Pemerintah Suriah Kuasai Aleppo, Ratusan Pejuang Kurdi Dievakuasi

0
Aleppo
Ilustrasi pengungsi yang berjalan di depan tembok bata. . Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ALEPPO – Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, bendera pemerintah Suriah kembali berkibar sepenuhnya di atas langit Aleppo. Pada Minggu (11/1/2026), kesunyian yang mencekam menggantikan deru senjata setelah pasukan pemerintah berhasil mengambil alih lingkungan terakhir yang dikuasai kelompok Kurdi, mengakhiri pertempuran berdarah selama berhari-hari di kota kedua terbesar di Suriah tersebut.

Melalui mediasi internasional, sebuah kesepakatan evakuasi dicapai. Ratusan pejuang Kurdi terpaksa meninggalkan pos-pos mereka, menandai kembalinya kontrol total Damaskus atas wilayah strategis ini.

Seorang pejabat pemerintah Suriah mengonfirmasi bahwa sebanyak 419 pejuang Kurdi, termasuk 59 orang yang terluka, telah dipindahkan dari lingkungan Sheikh Maqsud menuju zona otonom Kurdi di timur laut.

Baca Juga :  Keberanian adalah Kunci: 5 Bukti Mengapa Kebebasan Hidup Butuh Lebih dari Sekadar Keinginan

Namun, kepulangan para pejuang ini disambut dengan suasana duka yang mendalam. Di titik kedatangan, ratusan warga menyambut mereka dengan isak tangis yang segera berubah menjadi kemarahan.

“Kami akan membalas dendam Sheikh Maqsud… kami akan membalas dendam para pejuang kami, kami akan membalas dendam para martir kami,” seru Umm Dalil (55), seorang warga yang hadir di lokasi evakuasi sebagaimana dilaporkan AFP.

Pemimpin Kurdi, Mazlum Abdi, melalui platform X menyatakan bahwa langkah pahit ini diambil demi kemanusiaan. Ia menyebut evakuasi dilakukan “melalui mediasi pihak internasional untuk menghentikan serangan dan pelanggaran terhadap rakyat kami di Aleppo”.

Baca Juga :  Membuat Shakshouka di Rumah: Panduan Lengkap untuk Hidangan Telur yang Lezat

Sementara evakuasi berlangsung, di lingkungan Ashrafiyeh, suasana mulai mencair. Warga yang sebelumnya melarikan diri kini mulai tampak memadati jalanan, membawa tas-tas besar dan selimut untuk kembali ke rumah mereka yang kini penuh lubang bekas peluru.

Yahya al-Sufi, seorang penjual pakaian yang sempat mengungsi, menggambarkan kondisi rumahnya yang memprihatinkan saat kembali.

“Ketika kami kembali, kami menemukan lubang di dinding dan rumah kami telah dijarah… Sekarang setelah keadaan tenang, kami kembali untuk memperbaiki dinding dan memulihkan air dan listrik,” tuturnya getir.

Meski warga mulai kembali ke Ashrafiyeh, akses menuju Sheikh Maqsud dilaporkan masih ditutup rapat. Sumber kementerian dalam negeri menegaskan bahwa wilayah tersebut tetap terlarang bagi siapa pun untuk saat ini.

Baca Juga :  APTI Minta Pemerintah Batalkan Aturan Turunan PP Kesehatan, Petani Tembakau Khawatir Pendapatan Tertekan

Kemenangan pemerintah di Aleppo dibayar dengan harga yang mahal. Berdasarkan data resmi otoritas Suriah, bentrokan mematikan yang terjadi beberapa hari terakhir telah merenggut 24 nyawa dan menyebabkan 124 orang lainnya luka-luka.

Keberhasilan Damaskus menguasai Aleppo secara penuh menjadi titik balik penting dalam peta konflik Suriah, meskipun bara dendam yang tersisa di kalangan komunitas Kurdi menandakan bahwa stabilitas di wilayah utara masih jauh dari kata aman.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber