NARASITODAY.COM, JAKARTA – Park Shin-hye membagikan kisah menyentuh tentang perjuangan dan pengorbanan kedua orang tuanya dalam mendukung kariernya di industri hiburan Korea. Cerita tersebut ia sampaikan dalam episode terbaru program You Quiz on the Block.
Aktris berusia 35 tahun yang tengah mempromosikan drama Undercover Miss Hong itu mengaku bahwa sejak kecil ia sama sekali tak pernah membayangkan diri menjadi selebritas. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, cita-citanya justru ingin menjadi seorang polisi. Ia mengenang pengalaman rumahnya yang pernah kemalingan, sembari tertawa, dan menyebut dirinya sebagai anak pendiam yang tak nyaman menjadi pusat perhatian.
Langkah Park Shin-hye ke dunia hiburan bermula pada tahun 2001. Seorang guru di gereja tempatnya beribadah menyarankan agar ia mengikuti audisi pemeran utama video musik milik Lee Seung-hwan. Foto dirinya pun dikirimkan ke agensi sang musisi, hingga akhirnya ia dipanggil mengikuti proses audisi.
Park Shin-hye harus melewati tiga tahap seleksi yang menguji kemampuan bernyanyi, menari, dan berakting. Demi menjalani proses tersebut, ia bolak-balik dari Gwangju ke Seoul sebelum akhirnya mendapat tawaran menjadi trainee.
Istri aktor Choi Tae-joon dan ibu dari seorang putra ini mengungkapkan bahwa orang tuanya sempat ragu dan menolak keputusannya untuk menjadi trainee. Selain keterbatasan ekonomi, mereka juga khawatir karena Park Shin-hye masih terlalu muda untuk hidup jauh dari keluarga di Seoul.
Dalam perbincangan dengan Yoo Jae-suk, ia mengenang momen emosional bersama sang ibu. Saat itu, ibunya menasihati bahwa kesempatan lain mungkin masih akan datang. Namun di dalam hatinya, Park Shin-hye justru merasa inilah satu-satunya peluang yang ia miliki. Ia pun berkata kepada ibunya bahwa jika tidak pergi saat itu, ia mungkin tak akan mendapat kesempatan lagi.
Jawaban sang ibu yang singkat namun penuh pengertian akhirnya mengubah segalanya. Orang tuanya memutuskan meninggalkan kehidupan mereka di Gwangju dan pindah ke Seoul bersama Park Shin-hye serta kakaknya. Mereka tinggal di apartemen semi-basement yang sederhana, sementara kedua orang tuanya bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Seiring kariernya berkembang, Park Shin-hye menggunakan penghasilannya untuk membuka restoran barbeque bagi orang tuanya. Ia pun kerap membantu di restoran tersebut ketika memiliki waktu senggang. Baginya, kedua orang tuanya selalu menjadi sandaran utama, terutama saat ia merasa lelah secara fisik dan mental.
Ia menggambarkan sang ibu sebagai sosok perempuan yang tangguh dan penuh empati. Kalimat sederhana yang diucapkan ibunya setiap kali ia kelelahan justru selalu membuatnya kembali kuat. Sementara itu, Park Shin-hye menyebut ayahnya sebagai “superman” dalam hidupnya. Ia tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisi sang ayah yang baru didiagnosis mengalami aneurisma otak dan masalah kesehatan lainnya.
Pengalaman tersebut membuat Park Shin-hye semakin menyadari rapuhnya manusia seiring bertambahnya usia. Ia pun mengaku kini lebih menghargai waktu bersama orang tua, menyadari bahwa meski hari perpisahan itu masih terasa jauh, kenyataannya jaraknya tidak sejauh yang ia bayangkan. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : tabloidbintang.com














