NARASITODAY.COM, KYIV – Sabtu (31/1/2026) pagi yang dingin berubah menjadi senyap seketika di Ukraina dan Moldova. Kerusakan teknis pada dua jalur listrik tegangan tinggi menyebabkan pemadaman listrik massal yang melumpuhkan aktivitas di kedua ibu kota, Kyiv dan Chisinau, tepat saat gelombang dingin kembali menerjang wilayah tersebut.
Suasana mencekam terasa di stasiun-stasiun metro Kyiv. Di bawah sorot lampu darurat yang redup, para penumpang tampak mematung, menanti kepastian di tengah sistem transportasi yang mati total.
“Seorang pekerja mengatakan seluruh sistem telah dimatikan selama hampir satu jam,” lapor pengamat di lokasi kejadian, menggambarkan ribuan warga yang tertahan di bawah tanah.
Gangguan Teknis Serentak
Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, mengonfirmasi bahwa insiden ini terjadi pada pukul 10:42 pagi waktu setempat. Kerusakan menyerang jalur yang menghubungkan jaringan listrik Rumania-Moldova serta jalur penghubung Ukraina bagian barat dan tengah.
Putusnya transmisi ini berdampak domino pada stabilitas energi nasional, bahkan sempat memicu sistem keamanan pada instalasi vital.
Shmyhal mengatakan pemadaman transmisi menyebabkan pemadaman di jaringan listrik Ukraina, memicu perlindungan otomatis di beberapa gardu induk dan pemutusan sementara unit pembangkit listrik tenaga nuklir dari jaringan.
Meski infrastruktur energi Ukraina telah rapuh akibat serangan udara selama berbulan-bulan, Kementerian Energi menyatakan bahwa insiden kali ini murni karena kerusakan teknis, bukan akibat langsung dari serangan militer maupun serangan siber.
Chisinau Turut Gelap Gulita
Dampak kerusakan ini melintasi perbatasan hingga ke Moldova. Di Chisinau, ibu kota Moldova, denyut kota seakan terhenti; lampu lalu lintas padam dan transportasi umum lumpuh total. Kementerian Energi Moldova mengonfirmasi bahwa gangguan di negara mereka dipicu oleh kegagalan sistem yang terjadi di wilayah Ukraina.
Situasi ini menjadi ujian berat mengingat beban sistem kelistrikan yang sedang memuncak akibat cuaca ekstrem. Di sisi lain, Rusia sempat menyatakan pada Jumat lalu bahwa mereka setuju menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi hingga 1 Februari atas permintaan Presiden AS, Donald Trump.
Upaya Pemulihan
Hingga berita ini diturunkan, pasokan air di Kyiv masih terputus sebagai dampak dari matinya pompa-pompa listrik. Namun, pemerintah optimistis bahwa kegelapan ini tidak akan berlangsung lama.
Shmyhal memperkirakan pasokan listrik akan dipulihkan dalam beberapa jam mendatang.
Langkah pemulihan kini difokuskan pada sinkronisasi kembali unit pembangkit listrik tenaga nuklir ke dalam jaringan nasional untuk mengembalikan stabilitas energi bagi jutaan warga yang kini tengah menggigil di tengah musim dingin.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













