
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sorot lampu Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, terselip sebuah harapan besar bagi masa depan intelektual Indonesia. Pemerintah kini tengah serius merajut jalan bagi anak-anak bangsa untuk meraih penghargaan tertinggi dunia, yakni Hadiah Nobel.
Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto, mengungkapkan bahwa kunci utama untuk mencapai mimpi besar tersebut adalah melalui penguatan Manajemen Talenta Murid. Langkah ini dipertegas dengan terbitnya Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 yang telah berlaku sejak 17 Desember 2025 lalu.
Peraturan baru ini resmi menggantikan Permendikbudristek Nomor 71 Tahun 2024. Perbedaannya terletak pada cakupan pembinaan yang kini lebih luas, menyentuh sisi akademik sekaligus non-akademik secara beriringan.
“Melalui Permen ini, mudah-mudahan pada saatnya kita bisa melahirkan anak-anak bangsa yang bisa meraih Hadiah Nobel, mudah-mudahan,” tutur Biyanto dalam acara Silaturahmi bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), Senin (2/2/2026).
Visi mencetak “Anak Nobel” ini tidak hanya terbatas pada meja riset atau laboratorium. Kemendikdasmen juga melirik potensi besar di lapangan hijau dan gelanggang olahraga. Saat ini, muncul wacana pengalihan fokus pembinaan beberapa cabang olahraga (cabor) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Kemendikdasmen.
Biyanto menjelaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi proses pembinaan tersebut jika mandat telah diberikan.
“Beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita untuk kemudian saatnya nanti akan kita fasilitasi proses pembinaannya,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menekankan bahwa wacana ini merupakan bentuk sinergi, bukan sekadar peralihan tugas. Fokus utamanya adalah memastikan pembinaan atlet usia sekolah lebih terarah.
“Ini masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, tapi fokus pembinaan karena sasarannya di murid. Cabornya secara umum semua dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja anak-anak. Kemendikdasmen bisa support,” papar Maria.
Investasi Jangka Panjang
Bagi pemerintah, Manajemen Talenta adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin baru akan terlihat belasan atau puluhan tahun mendatang. Indonesia ingin memecah kebuntuan sejarah dalam peraihan Nobel.
“Rasanya belum pernah, lahir dari bumi Nusantara kita, lahir meraih Hadiah Nobel dalam berbagai bidang. Karena itu, mudah-mudahan investasi jangka panjangnya, pada akhirnya melahirkan anak-anak hebat yang bukan hanya mengharumkan daerahnya masing-masing, tapi juga nama negara,” pungkas Biyanto menutup pembicaraan.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













