Aksi Mogok Serikat Verdi Lumpuhkan Transportasi di Sejumlah Kota Jerman

0
Aksi mogok
Ilustrasi Lalu lintas di jalan raya dengan mobil.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BERLIN – Pagi yang biasanya bising oleh deru bus dan trem di jalanan Jerman mendadak senyap pada Jumat (30/1/2026). Aksi mogok kerja massal yang diprakarsai oleh serikat pekerja Verdi melumpuhkan layanan transportasi umum di sebagian besar kota, memaksa jutaan komuter mencari alternatif perjalanan atau terjebak di rumah.

Di pusat-pusat kota seperti Stuttgart, Karlsruhe, dan Freiburg, pemandangan depo yang penuh dengan armada yang terparkir menjadi simbol kebuntuan negosiasi. Pejabat serikat pekerja melaporkan bahwa layanan transportasi di wilayah tersebut berhenti total sepanjang hari.

Baca Juga :  5 Opsi Transportasi Umum dari Jakarta ke Puncak Bogor yang Wajib Kamu Coba

Tuntutan di Tengah Tekanan Anggaran

Aksi ini bukan sekadar protes biasa. Para pekerja menuntut perbaikan kualitas hidup yang signifikan, mencakup:

  • Pengurangan durasi shift kerja.
  • Penambahan waktu istirahat.
  • Kenaikan upah khusus untuk jam kerja malam dan akhir pekan.

Tuntutan ini muncul di saat yang pelik, ketika banyak pemerintah kota di Jerman sedang bergelut dengan tekanan anggaran yang ketat. Ketegangan pun memuncak di meja perundingan, di mana pimpinan serikat menuduh pemerintah kota justru berupaya memangkas tunjangan dan memperpanjang jam kerja.

Baca Juga :  Tabrakan Sepeda Motor di Kabupaten Bogor, Seorang Pria Meninggal Dunia

Aksi mogok ini merupakan salah satu aksi terkoordinasi terbesar di sektor transportasi lokal dalam beberapa tahun terakhir. Kami berharap operator transportasi kini kembali ke meja perundingan,” ujar Serat Canyurt, negosiasi utama Verdi, saat berbicara kepada radio rbb.

Meski kota-kota besar seolah “membeku”, denyut transportasi tidak sepenuhnya mati. Deutsche Bahn memastikan bahwa layanan kereta perkotaan S-Bahn di Berlin, Hamburg, Munich, dan Stuttgart tetap beroperasi normal. Begitu pula dengan layanan jarak jauh yang tidak terdampak karena pekerjanya berada di bawah naungan serikat yang berbeda.

Baca Juga :  Kinerja Ekonomi Jerman 2025 Lebih Lemah dari Perkiraan, Pemerintah Tetap Optimis di 2026

Masa depan mobilitas warga Jerman kini bergantung pada pertemuan yang dijadwalkan pada 9 Februari mendatang. Verdi telah memberikan peringatan keras bahwa mereka tidak akan ragu untuk kembali menghentikan layanan jika pihak pemberi kerja tetap bersikukuh.

Pimpinan serikat pekerja menegaskan bahwa aksi industrial lanjutan dapat terjadi jika pemerintah kota dan asosiasi pemberi kerja tidak menawarkan konsesi yang signifikan pada putaran perundingan berikutnya.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber