Kinerja Ekonomi Jerman 2025 Lebih Lemah dari Perkiraan, Pemerintah Tetap Optimis di 2026

0
Jerman
Ilustrasi Gerbang Brandenburg yang terkenal di Berlin, Jerman.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BERLIN – Awan mendung ketidakpastian perdagangan internasional memaksa pemerintah Jerman untuk bersikap lebih realistis. Dalam laporan ekonomi tahunan yang dirilis Rabu (28/1/2026), Berlin resmi menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan tahun depan, menandakan bahwa jalur pemulihan “lokomotif Eropa” ini masih penuh kerikil.

Pemerintah memangkas perkiraan pertumbuhan tahun 2026 menjadi 1,0%, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,3%. Meski angka ini terlihat konservatif, capaian tersebut setidaknya masih lebih baik dibandingkan ekspansi mini sebesar 0,2% pada tahun 2025, yang muncul setelah Jerman terjebak dalam kontraksi ekonomi selama dua tahun berturut-turut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tambah Program Strategis dalam RKP 2025, BPN Masuk Daftar Prioritas

Kementerian Ekonomi Jerman mencatat adanya pergeseran motor penggerak ekonomi. Saat pasar global masih fluktuatif, kekuatan belanja di dalam negeri justru mulai menunjukkan taringnya.

“Pemulihan siklus didukung oleh momentum domestik yang lebih kuat, sementara hambatan eksternal agak mereda,” tulis Kementerian Ekonomi dalam laporan resminya.

Namun, optimisme ini tetap dibayangi kewaspadaan. Untuk tahun 2027, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kini diperkirakan hanya mencapai 1,3%, sedikit melandai dari target awal sebesar 1,4%.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor, Jembatan di Babakan Madang Tak Bisa Dilalui

Di balik angka-angka tersebut, terdapat ironi besar terkait lambatnya penyerapan dana. Meski parlemen telah menyetujui dana khusus infrastruktur bernilai fantastis mencapai 500 miliar euro ($598,35 miliar) realisasinya di lapangan masih jauh dari harapan.

Hingga akhir tahun lalu, hanya 24 miliar euro yang berhasil diinvestasikan. Kelambatan ini menjadi potret nyata betapa rumitnya proses pengambilan keputusan dalam sistem federal Jerman yang kerap terjebak labirin birokrasi.

Baca Juga :  Mengapa Keluarga adalah Harta Paling Berharga? Simak 5 Alasan Utama Ini!

Pemerintah memproyeksikan bahwa langkah-langkah kebijakan fiskal akan berkontribusi sekitar dua pertiga poin persentase terhadap pertumbuhan PDB pada tahun 2026. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kucuran uang saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka ekonomi Jerman secara permanen.

Para ekonom dan kelompok bisnis kini mendesak pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan stimulus fiskal, melainkan segera melakukan reformasi struktural yang lebih berani guna menjamin pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber