NARASITODAY.COM, LONDON – Bayang-bayang masa lalu sang paman, Pangeran Andrew, kembali menghantui langkah Pangeran William. Melalui pernyataan resmi, Istana Kensington mengungkapkan bahwa Pangeran dan Putri Wales merasa sangat terganggu dengan gelombang informasi terbaru dari dokumen rahasia Jeffrey Epstein yang baru saja dirilis.
Komentar ini menjadi reaksi publik pertama dari sang pewaris takhta setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) membuka berkas setebal tiga juta halaman yang semakin menyudutkan Andrew Mountbatten-Windsor.
“Saya dapat memastikan bahwa Pangeran dan Putri Wales sangat prihatin dengan pengungkapan kasus yang terus berlanjut,” tulis Istana Kensington dalam pernyataan resminya, Selasa (10/2/2026).
“Pikiran William dan Kate tetap terfokus pada para korban,” tambah pihak istana.
Pernyataan ini muncul tepat saat Pangeran William memulai kunjungan resmi pertamanya ke Arab Saudi untuk bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Sementara William berupaya memperkuat hubungan geopolitik, di London, citra monarki Inggris kembali diuji oleh detail memilukan dari “Epstein Files”.
Dokumen tersebut tidak hanya berisi ribuan email, tetapi juga foto-foto yang memperlihatkan kedekatan Andrew dengan Epstein miliarder pelaku kejahatan seksual yang tewas di penjara New York pada 2019. Bahkan, terungkap klaim baru dari korban kedua yang mengaku dikirim oleh Epstein ke Inggris pada 2010 khusus untuk berhubungan seks dengan Andrew.
Nasib Andrew kini benar-benar berada di titik nadir. Setelah Raja Charles III mencabut gelar “Pangeran” dan kehormatan kerajaannya pada 2025, laporan terbaru menunjukkan bahwa Andrew diduga memberikan laporan rahasia kepada Epstein saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Berkas-berkas tersebut mengungkap sisi gelap kehidupan Andrew, mulai dari foto-foto memalukan hingga bukti korespondensi yang mengundang Epstein ke Istana Buckingham untuk pembicaraan pribadi. Dampaknya instan: pekan lalu, Andrew secara resmi diusir dari kediamannya di Windsor lebih awal dari yang direncanakan.
Langkah William dan Kate untuk bersuara di tengah krisis ini dinilai sebagai upaya menjaga integritas monarki masa depan. Dengan menegaskan bahwa fokus mereka adalah pada para korban, pasangan Wales seolah menarik garis tegas antara institusi kerajaan dan tindakan pribadi anggota keluarga mereka yang kini terpinggirkan.
Skandal ini kini bukan lagi sekadar rumor, melainkan fakta hukum yang terdokumentasi dalam ribuan video dan foto, memaksa keluarga kerajaan Inggris menghadapi salah satu babak tergelap dalam sejarah modern mereka.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














