NARASITODAY.COM, JAKARTA – Dinamika politik global yang kian dinamis, Jakarta dan Washington bersiap mengukir sejarah baru dalam hubungan dagang mereka. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat untuk menemui Presiden Donald Trump guna menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau pakta perdagangan timbal balik pada 19 Februari 2026 mendatang.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Di baliknya, tersimpan komitmen besar di sektor energi yang diprediksi akan memperkuat ketahanan stok nasional sekaligus menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial dalam perjanjian tersebut adalah kesepakatan pembelian produk energi dari Amerika Serikat dengan nilai fantastis, yakni US$ 15 miliar.
Langkah ini mencakup pengadaan berbagai komoditas vital, mulai dari gas cair hingga minyak mentah, untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.
“Tadi itu juga dibahas, salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar US$ 15 miliar. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya (Crude Oil), kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan,” kata Bahlil usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Rabu (11/2/2026).
Selain sektor migas, Indonesia juga membuka pintu lebar bagi investasi Amerika di sektor pertambangan, khususnya mineral kritis yang menjadi rebutan dunia untuk teknologi masa depan. Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan memberikan perlakuan yang sama kepada semua calon investor.
“Kita equal treatment aja. Katakanlah kalau biarkan mereka ingin melakukan investasi di Indonesia dengan kritikal mineral ataupun termasuk dengan nikel, kita terbuka aja. Kan negara kita negara bebas aktif,” ujar Bahlil.
“Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika Serikat. Dan kalau mereka Insyaallah berminat, kita juga harus memberikan juga sama dengan yang lain,” tambahnya.
Kunjungan pada 19 Februari nanti juga membawa misi diplomatik yang lebih luas. Selain urusan ekonomi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Presiden Prabowo akan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Agenda padat ini menunjukkan posisi tawar Indonesia yang semakin diperhitungkan sebagai mitra strategis Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi melalui pakta ART.
“Disampaikan bahwa bapak presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” pungkas Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan.
Langkah berani ini diharapkan menjadi katalisator bagi masuknya modal asing serta penguatan kerja sama teknologi pertambangan antara kedua negara dalam jangka panjang.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














