Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Percepatan Hilirisasi Nasional

0
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Percepatan Hilirisasi Nasional

NARASITODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di Hambalang, Kabupaten Bogor, bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah strategis dalam percepatan hilirisasi nasional, sebuah inisiatif yang dinilai penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah memastikan bahwa berbagai proyek hilirisasi yang sedang berjalan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.

Sekretariat Kabinet menyebutkan bahwa rapat tersebut juga merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden mengenai implementasi 21 proyek hilirisasi prioritas yang sudah disepakati.

Presiden Prabowo menekankan agar setiap proyek hilirisasi dapat mengutamakan serapan tenaga kerja lokal, mengombinasikan teknologi dengan padat karya, serta memberikan prioritas pada industri substitusi impor,” ungkap keterangan resmi Sekretariat Kabinet.

Baca Juga :  Presiden Donald Trump Akan Tandatangani RUU Akhiri Shutdown Pemerintahan AS

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya distribusi investasi hilirisasi yang merata di seluruh Indonesia, dan tidak terkonsentrasi di satu pulau saja. Hal ini bertujuan untuk menciptakan penyebaran ekonomi yang lebih luas dan adil di berbagai wilayah.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kementeriannya bersama kementerian terkait telah menginventarisasi berbagai proyek hilirisasi di sektor mineral, batu bara, aquaculture, pertanian, hingga perkebunan.

Dengan analisis menyeluruh, mereka berupaya untuk memastikan bahwa proyek-proyek tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Soroti Potensi Logam Tanah Jarang, Dorong Pemanfaatan untuk Industri Strategis

“Kami memprioritaskan proyek-proyek yang memberikan dampak positif, terutama dalam penciptaan lapangan pekerjaan. Ini adalah parameter utama yang kami fokuskan,” ujar Rosan setelah rapat.

Rosan juga menambahkan bahwa setiap proyek hilirisasi akan dievaluasi berdasarkan kontribusinya dalam menurunkan impor, meningkatkan ekspor, dan memperkuat daya saing industri nasional. Sesuai arahan Presiden Prabowo, hilirisasi tidak hanya berhenti pada tahap awal, tetapi harus menjadi pintu gerbang bagi industrialisasi yang lebih luas.

“Arahan Bapak Presiden adalah untuk menciptakan dampak yang luas, sehingga hilirisasi ini dapat menjadi bagian dari industrialisasi yang lebih besar,” jelas Rosan.

Rapat ini juga menyoroti pentingnya melibatkan para petani tambak, petani perkebunan, dan masyarakat sekitar dalam proyek-proyek hilirisasi, agar mereka turut merasakan manfaat dan peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga :  Kapuspen TNI Tegaskan Isu Prajurit Jadi Provokator Demo Adalah Hoax

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan keseriusan Presiden Prabowo dalam mendorong hilirisasi. Bahlil mengapresiasi komitmen Presiden dan jajaran kabinet yang terus mengawal program-program tersebut.

“Ini adalah bukti dari perhatian dan keseriusan Bapak Presiden dalam mengawal dan mengecek program-program yang sudah diperintahkan kepada menteri-menterinya,” ungkap Bahlil.

Rapat ini menunjukkan tekad Presiden Prabowo untuk mempercepat hilirisasi, yang diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif, tetapi juga membawa kesejahteraan lebih luas bagi seluruh rakyat Indonesia.***