Polisi Tangkap Dua Pelajar yang Diduga Bunuh Pelajar SMP di Bandung Barat

0
Rwanda
Ilustrasi garis polisi.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, CIMAHI – Sebuah ikatan pertemanan yang telah terjalin selama tiga tahun berakhir dengan memilukan di reruntuhan eks Kampung Gajah, Bandung Barat. ZAAQ (14), pelajar SMP Negeri 26 Bandung yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan tak bernyawa setelah menjadi korban dendam membara mantan sahabatnya sendiri.

Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua tersangka di bawah umur, YA (16) dan AP (17), di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Penangkapan ini mengungkap tabir gelap di balik hilangnya korban sejak awal Februari lalu.

Motif Sakit Hati yang Mendalam

Di balik aksi keji ini, tersimpan motif emosional yang sederhana namun fatal: sakit hati karena diputusnya hubungan pertemanan. YA, seorang pelajar SMK asal Garut, tak terima ketika ZAAQ memutuskan untuk mengakhiri kedekatan mereka.

Baca Juga :  Dewan Juri dari TV One Kagum Kreativitas Peserta Lomba Anugrah Jurnalisme Istimewa 2025

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengungkapkan bahwa hubungan keduanya sebenarnya sangat dekat, bahkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

“Hubungan mereka seperti kakak dan adik. Walaupun korban sudah pindah ke Bandung, komunikasi masih berjalan,” ujar Niko di Cimahi, Minggu (15/2/2026).

Namun, kedekatan itu berubah menjadi petaka saat korban memilih menjauh. Keputusan itulah yang diduga memicu niat gelap dalam diri YA.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka,” katanya mengutip Antara.

Pembunuhan Berencana dan Rekayasa Penculikan

YA tidak bertindak spontan. Ia diduga sudah merencanakan aksi ini sejak dari Garut. Dengan bantuan AP (17), YA menyusul korban ke Bandung pada Senin (9/2/2026) sore dengan niat tunggal yaitu menghabisi nyawa ZAAQ.

Baca Juga :  Aksi Demonstrasi Sopir Angkutan Kota di Bogor Tuntut Penolakan Penghapusan Angkot Tua

“Pelaku berangkat ke Bandung untuk menemui korban. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan,” tambah Kapolres.

Setelah melakukan aksinya pada Senin sore, pelaku sempat mencoba menghilangkan jejak dengan cara yang licik. Ponsel korban yang mereka kuasai digunakan untuk menyebarkan informasi palsu bahwa ZAAQ menjadi korban penculikan. Kabar burung ini sempat meresahkan warga sebelum akhirnya dipatahkan oleh penyelidikan polisi.

“Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” jelas Niko.

Ditemukan Saat Siaran Langsung di Media Sosial

Jasad ZAAQ tergeletak selama beberapa hari di kawasan eks Kampung Gajah yang sepi sebelum akhirnya ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung (live) di media sosial pada Jumat malam.

Baca Juga :  Keseruan Siswa Siswi Baru SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo Di PTA

“Korban tersebut dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam,” ungkap Niko.

Kini, kedua pelaku yang sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum kembali ke Garut itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi masih terus mendalami keterangan mereka, sementara duka mendalam menyelimuti keluarga korban yang tak menyangka bahwa sosok “kakak” yang mereka kenal justru menjadi ujung maut bagi putra mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com