Sambut Ramadan 1447 H, Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Solidaritas Dan Perdamaian Dunia

0
Ramadan
ekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres.Foto : asatunews.co.id

NARASITODAY.COM, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengirimkan pesan menyentuh bagi umat Muslim yang bersiap memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pesan ini bukan sekadar ucapan selamat, melainkan sebuah seruan mendalam untuk menjembatani perpecahan di masa-masa sulit.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis PBB Indonesia pada Selasa (17/2/2026), Guterres menekankan bahwa Ramadan adalah cerminan dari visi dunia yang penuh harapan. Ia merefleksikan bagaimana bulan ini menjadi ruang bagi jutaan orang untuk mencari ketenangan di tengah riuhnya dunia.

Harapan di Tengah Penderitaan

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Berikan Pasien Pemahaman Kebersihan Tangan dan Mengenal IMD

Guterres tidak menutup mata terhadap realita pahit yang dihadapi sebagian besar penduduk dunia saat ini. Ia menyoroti bahwa bagi banyak orang, kedamaian Ramadan masih terasa sangat jauh akibat krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai.

“Bagi umat Muslim di seluruh dunia, bulan suci Ramadan adalah masa sakral untuk refleksi dan doa. Ramadan juga mewakili visi mulia tentang harapan dan perdamaian. Namun bagi terlalu banyak anggota keluarga manusia, visi ini tetap jauh,” ujar Guterres dalam pernyataan tertulisnya.

Secara spesifik, ia menyinggung penderitaan yang terjadi di titik-titik konflik panas dunia. “Dari Afghanistan hingga Yaman, dari Gaza hingga Sudan dan seterusnya, orang-orang menderita kengerian konflik, kelaparan, pengungsian, diskriminasi, dan banyak lagi,” tambahnya.

Baca Juga :  Masa Depan Kamerun Terancam dengan Kembali Berkuasanya Presiden Paul Biya

Pesan Abadi dan Solidaritas Personal

Bagi Guterres, Ramadan memiliki tempat khusus di hatinya. Ia menceritakan tradisi personalnya yang kerap melakukan kunjungan solidaritas dan ikut merasakan lapar serta dahaga bersama komunitas Muslim untuk memahami esensi welas asih.

“Setiap tahun, saya melakukan kunjungan solidaritas khusus ke komunitas Muslim dan ikut berpuasa. Dan setiap tahun saya pulang dengan semangat damai dan welas asih Ramadan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Integrasi Program Daerah dan MBG Jadi Solusi Bupati Bogor Redam Pengangguran

Menutup pesannya, ia mengajak seluruh komunitas internasional untuk memetik hikmah dari bulan suci ini guna meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan melindungi martabat manusia.

“Di masa-masa sulit dan penuh perpecahan ini, marilah kita memperhatikan pesan abadi Ramadan. Untuk menjembatani perbedaan. Untuk memberikan bantuan dan harapan kepada mereka yang menderita. Dan untuk melindungi hak dan martabat setiap orang,” tutur Guterres.

Ia berharap semangat Ramadan 2026 ini mampu menginspirasi kolaborasi global untuk membangun dunia yang lebih adil dan murah hati. “Ramadan Kareem,” pungkasnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com