Transparansi MBG di Jogja Dipuji Warga, Menu Disertai Informasi Gizi dan Harga

0
Mbg
Paket menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta dilengkapi label rincian harga dan kandungan gizi per porsi senilai Rp10.000. Kebijakan yang diarahkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, ini bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Foto : jabatstley

NARASITODAY.COM, YOGYAKARTA- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi sorotan publik setelah paket makanan yang dibagikan kepada siswa dilengkapi label informasi gizi dan rincian harga.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah unggahan akun Instagram @pandemictalks pada Kamis (5/3/2026) menampilkan paket MBG yang disertai keterangan kandungan gizi serta total biaya makanan sebesar Rp10.000 per porsi.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa kebijakan pencantuman label tersebut merupakan bagian dari evaluasi program yang dilakukan Pemerintah DIY atas arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Baca Juga :  Telur Mentah Pecah hingga Buah Busuk, Menu MBG Tuai Protes Orang Tua di Kecamatan Nanggung

Evaluasi itu mencakup perbaikan komposisi menu sekaligus upaya meningkatkan transparansi kepada masyarakat terkait nilai makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Dalam salah satu contoh paket MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 2 Maret 2026, tercantum beberapa jenis makanan beserta harganya.

Baca Juga :  Balas Dendam, Kini Kantor Desa Yang Digruduk, Begini Suasana Riuh Emak - emak

Menu tersebut terdiri dari telur rebus senilai Rp3.000, kue kacang Rp2.500, tahu walik Rp1.000, serta jemblem manis Rp1.500.

Selain rincian harga, pada label juga dicantumkan kandungan gizi dalam satu porsi makanan, yakni sekitar 410 kilokalori energi, 19,4 gram protein, 17,7 gram lemak, serta 47,5 gram karbohidrat.

Langkah tersebut dilakukan setelah muncul sejumlah keluhan dari orang tua siswa selama bulan Ramadan terkait kualitas menu MBG yang dinilai kurang memadai dan belum transparan.

Baca Juga :  BKN Dorong Penguatan Meritokrasi dan Manajemen Talenta ASN di Kawasan ASEAN

Dengan adanya label informasi tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mengetahui secara jelas komposisi serta nilai gizi makanan yang dibagikan kepada siswa melalui program MBG.

Hingga Kamis (5/3/2026) pukul 09.00 WIB, unggahan yang menampilkan paket MBG berlabel gizi dan harga tersebut telah memperoleh lebih dari 25 ribu tanda suka dari pengguna Instagram.***

Editor : Andreas