
NARASITODAY.COM, AUSTIN – Aspal panas Sirkuit Amerika (COTA) kembali menjadi saksi drama kecepatan yang berujung kepahitan bagi sang juara bertahan, Marc Marquez. Alih-alih merayakan podium, pembalap asal Spanyol itu justru harus menerima kenyataan pahit: sanksi long lap penalty untuk balapan utama mendatang.
Keputusan tegas ini diambil oleh Steward FIM setelah insiden senggolan antara Marquez dengan pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, pada sesi Sprint Race yang berlangsung Sabtu (28/3/2026).
Drama di Tikungan ke-12
Memulai balapan dari posisi keenam, Marquez tampil agresif sejak lampu hijau menyala. Di depan, Francesco Bagnaia dan Pedro Acosta sempat memimpin persaingan. Namun, insting pemburu Marquez membawanya merangsek ke posisi keempat sebelum putaran pertama usai.
Malapetaka terjadi saat memasuki Tikungan ke-12 yang ikonik di Austin. Mencoba melakukan manuver overtake dari sisi dalam Giannantonio, ban depan motor Marquez kehilangan stabilitas saat pengereman ekstrem. Kontak tak terhindarkan; keduanya terseret keluar lintasan dan jatuh bersamaan.
Meski keduanya sempat bangkit, Giannantonio terpaksa menyudahi balapan lebih awal karena kerusakan motor, sementara Marquez masih mampu finis hingga lap ke-10.
Putusan Tegas Steward FIM
Insiden ini memicu reaksi keras dari kubu VR46 Ducati yang menuntut keadilan. Setelah melakukan analisis mendalam melalui tayangan ulang dan data telemetri, Steward FIM akhirnya mengeluarkan vonis resmi.
“Putusan Steward FIM mengonfirmasi bahwa Marquez ‘menyebabkan kecelakaan, yang melibatkan pembalap #49’ dan mendapat penalti long lap,” tulis laporan Crash terkait sanksi tersebut.
Kerikil Tajam di Jalan Juara Bertahan
Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi Marquez yang tengah berupaya mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2026. Di sirkuit yang biasanya menjadi “taman bermain” baginya, Marquez kini harus menghadapi tantangan ekstra berat.
Dengan kewajiban menjalani long lap penalty pada balapan utama, peluang Marquez untuk menembus barisan depan apalagi mengincar podium kian menipis. Sementara itu, Jorge Martin yang memenangi Sprint Race setelah menyalip Bagnaia di lap terakhir, kini melaju dengan momentum penuh, meninggalkan Marquez yang harus bergelut dengan konsekuensi dari agresivitasnya sendiri.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













