NARASITODAY.COM, CHANGZHI – Suasana malam di Kabupaten Qinyuan berubah menjadi mencekam ketika petaka melanda kawasan pertambangan di Provinsi Shanxi, China utara. Sebanyak empat orang pekerja dipastikan tewas dan 90 lainnya hingga kini masih terjebak di kedalaman tanah setelah kadar gas karbon monoksida melonjak drastis melebihi ambang batas aman.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Tambang Batu Bara Liushenyu, Kota Changzhi, pada Jumat malam sekitar pukul 21.43 waktu setempat. Melansir dari laporan Reuters yang mengutip kantor berita Xinhua, keheningan malam itu seketika pecah saat alarm bahaya berbunyi, menandakan situasi kritis bagi total 247 pekerja yang saat itu sedang berada di bawah tanah.
Perjuangan melawan waktu segera dimulai oleh tim penyelamat di tengah kegelapan dan kepungan gas beracun yang mematikan.
Hingga Sabtu dini hari pukul 03.33 waktu setempat, secercah harapan muncul ketika sebanyak 157 pekerja berhasil dievakuasi kembali ke permukaan. Namun, kegembiraan itu diselimuti duka mendalam karena empat di antara pekerja yang berhasil dikeluarkan tersebut dipastikan telah meninggal dunia.
Saat ini, fokus utama tertuju pada nasib 90 pekerja yang masih tertinggal di bawah sana. Situasi kian menegangkan lantaran 16 orang di antaranya dilaporkan sudah dalam kondisi kritis.
Upaya penyelamatan intensif pun masih terus berlangsung nonstop, demi menyelamatkan puluhan nyawa yang tengah berkejaran dengan waktu di dalam perut bumi.
Data Ringkas Insiden Tambang Liushenyu
Untuk mempermudah pemetaan situasi, berikut adalah rincian data terkait kecelakaan tambang batu bara di China:
| Keterangan | Data Lapangan |
| Lokasi Tambang | Changzhi, Provinsi Shanxi, China |
| Nama Tambang | Tambang Batu Bara Liushenyu (Liushenyu Coal Mine) |
| Waktu Kejadian | Jumat malam, pukul 21.43 waktu setempat |
| Total Pekerja di Bawah Tanah | 247 orang |
| Berhasil Dievakuasi | 157 orang |
| Korban Tewas | 4 orang |
| Masih Terjebak | 90 orang |
| Kondisi Kritis | 16 orang |
| Penyebab Awal | Kadar gas karbon monoksida melebihi batas aman |
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














