Risiko Ebola terhadap Penonton Piala Dunia 2026 Dinilai Rendah, Tapi Tantangan Logistik Tetap Ada

0
FIFA
Ilustrasi Piala. Foto : FIFA

NARASITODAY.COM, WASHINGTONKemegahan Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan 48 negara di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kini berkejaran dengan isu kesehatan global. Kendati risiko penularan virus Ebola terhadap para penggemar sepak bola dinilai sangat rendah, pengetatan pemeriksaan kesehatan dan pembatasan perjalanan diprediksi akan menjadi ujian berat bagi sisi logistik turnamen.

Kekhawatiran ini mencuat seiring memburuknya wabah Ebola di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) yang telah mencatat sekitar 600 kasus dugaan dan merenggut lebih dari 130 nyawa. Kondisi darurat ini memicu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional.

Dampaknya langsung terasa pada persiapan tim nasional DR Kongo. Demi menjaga keselamatan, tim terpaksa membatalkan sejumlah agenda pra-turnamen di Kinshasa dan memindahkan pusat pelatihan mereka ke Belgia. Skuad DR Kongo sendiri dijadwalkan tiba di AS pada 10 atau 11 Juni mendatang dan akan bermarkas di Houston.

Baca Juga :  Rodrygo Sebut Madrid vs Man City sebagai Derby Sejati Liga Champions

Langkah antisipasi super ketat juga telah diambil oleh Pemerintah AS. Mereka resmi melarang masuknya pemegang paspor non-AS yang dalam 21 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan ke DR Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan. Kebijakan ini memaksa para staf tim yang berbasis di Kongo untuk berangkat lebih awal dari jadwal semula.

Menakar Risiko di Tengah Euforia

Meskipun situasi di Afrika Tengah mencekam, pakar kesehatan meminta publik tidak panik berlebihan selama turnamen yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut. Dr. Oliver Johnson, akademisi kesehatan global dari King’s College London, menenangkan kekhawatiran para suporter dunia.

“Jika Anda adalah pengunjung biasa yang datang ke Piala Dunia dari berbagai negara, saya pikir risikonya sangat rendah untuk tertular Ebola,” kata Johnson kepada Reuters.

Ia menambahkan, “Ebola sejauh ini hampir tidak pernah menyebabkan penularan di negara berpendapatan tinggi, meskipun pernah ada beberapa kasus yang sangat jarang.”

Baca Juga :  Mengapa PSSI Memilih Pelatih Asal Belanda? Ini Dia Alasan di Balik Keputusan Tersebut!

Menurut Johnson, sifat biologis virus ini menjadi alasan mengapa penularan massal di stadion sepak bola sangat kecil kemungkinannya. “Anda biasanya harus melakukan kontak langsung dengan seseorang yang sudah sangat sakit, dan biasanya pelacakan kontak dilakukan dengan baik. Jika ada kasus muncul, maka akan cepat teridentifikasi,” ujarnya.

Ancaman Nyata: Antrean Panjang dan Stigma

Meski aman dari sisi medis, dampak nyata justru akan dirasakan oleh para pelancong di pintu masuk negara. Otoritas AS kini telah menerapkan pemeriksaan kesehatan tambahan bagi penumpang yang tiba di Bandara Washington Dulles dengan riwayat perjalanan dari negara terdampak. Lembaga kesehatan setempat kini terus berpacu bersama FIFA untuk memitigasi risiko.

“Hal ini akan memengaruhi antrean bandara dan proses pemeriksaan, yang akan memperlambat aktivitas,” tutur Johnson. Ia menambahkan, “Situasi ini akan menambah tekanan dan membutuhkan biaya tambahan bagi AS untuk mengatur semuanya.”

Baca Juga :  TikTok Jadi Platform Pilihan FIFA untuk Piala Dunia 2026

Johnson juga memperingatkan adanya efek domino jika virus tersebut lepas kendali. “Saya pikir kemungkinan lain adalah kita berharap wabah ini tidak menyebar ke luar DR Congo. Jika itu terjadi, bisa muncul dampak lanjutan berupa larangan perjalanan atau pemeriksaan tambahan, dan hal tersebut bisa diterapkan secara mendadak,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Johnson mengimbau para penggemar sepak bola yang datang ke Piala Dunia untuk tetap menjaga kebersihan dasar seperti mencuci tangan dan menghindari kontak dekat saat sakit. Lebih dari itu, ia menitipkan pesan kemanusiaan agar atmosfer inklusif sepak bola tidak tercoreng oleh ketakutan sepihak. Ia meminta seluruh suporter untuk menghormati sesama dan menghindari stigma negatif terhadap negara tertentu.

Sesuai jadwal, DR Kongo yang berada di tengah sorotan ini akan memulai laga perdana mereka yang penuh emosional melawan Portugal di Houston, sebelum melanjutkan perjuangan melawan Kolombia di Guadalajara, dan Uzbekistan di Atlanta.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber