WHO Minta Negara-Mengawasi Penumpang Kapal Pesiar Setelah Kasus Hantavirus Ditemukan

0
WHO
Ilustrasi Gedung Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization).Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JENEWA – Industri pariwisata bahari kembali berada di bawah radar kewaspadaan global. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak negara-negara di dunia untuk memperketat pemantauan kesehatan terhadap para penumpang kapal pesiar. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya kasus baru hantavirus yang menjangkiti seorang kru kapal.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jenewa pada Jumat (22/5/2026), Tedros menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan tinggi demi mencegah penyebaran virus yang ditularkan melalui tikus ini di ruang tertutup seperti kapal pesiar. Masa karantina yang sedang berjalan menjadi periode krusial yang tidak boleh dilonggarkan.

Baca Juga :  Bikin Brownies Cookies Lezat Tanpa Oven dan Mikser, Cocok untuk Anak Kos yang Praktis

“Kami terus mendesak negara-negara yang terkena dampak untuk memantau semua penumpang dan bergerak dengan hati-hati selama sisa periode karantina,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Satu Kru Terisolasi, Total 12 Kasus Terkonfirmasi

Sentuhan kecemasan di atas dek kapal kian nyata setelah seorang anggota kru berkebangsaan Belanda dinyatakan positif terinfeksi. Di tengah deburan ombak dan ruang kabin yang terbatas, kru tersebut kini harus menjalani isolasi ketat demi memutus rantai penularan.

Baca Juga :  5 Manfaat Luar Biasa Bengkoang untuk Kesehatan dan Kecantikan yang Sayang untuk Dilewatkan

Tedros mengonfirmasi bahwa tambahan satu kasus baru dari warga negara Belanda ini menggenapkan papan penghitungan infeksi yang sedang mereka pantau.

“Dia mengatakan bahwa seorang anggota kru berkebangsaan Belanda dinyatakan positif dan sekarang sedang menjalani isolasi, sehingga jumlah total kasus menjadi 12,” demikian pernyataan resmi terkait perkembangan situasi tersebut.

Baca Juga :  5 Cara Alami Mengurangi Dampak Jet Lag dengan Istirahat Sehat dan Pola Makan yang Baik

Hantavirus, yang biasanya menyebar melalui kontak dengan urat, kotoran, atau air liur tebaran hewan pengerat, menjadi tantangan logistik dan medis baru bagi otoritas pelayaran internasional.

Kini, mata dunia tertuju pada bagaimana negara-negara pelabuhan merespons seruan WHO guna memastikan liburan mewah di atas air tidak berubah menjadi klaster karantina yang mencekam.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber