Kemendikbud Segera Luncurkan Program Sertifikasi Bahasa Asing Khusus Siswa SMK, Buka Peluang ke Dunia Internasional

0
SMK
Ilustrasi anak-anak yang sedang belajar bersama, Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersiap membuka gerbang internasional bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Melalui program Sertifikasi Bahasa Asing khusus, pemerintah berambisi mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga siap merebut peluang studi dan karier di panggung global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa potensi siswa SMK dalam menggerakkan roda ekonomi nasional kini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, bahkan kekuatannya harus mulai merambah hingga ke tingkat internasional.

“Kami ingin lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di dunia internasional. Mereka harus siap bekerja, berkarya, dan menunjukkan kualitas anak bangsa di manapun berada,” kata Abdul Mu’ti dalam rilis resmi Kemendikdasmen pada Kamis (21/5/2026).

Baca Juga :  Program Kemdikbud Terancam: Fadli Zon Butuh Anggaran Tambahan untuk Optimalisasi!

Dua Skema Utama: Menembus Batas Benua

Di balik meja kemudi program ini, pemerintah telah merancang strategi matang yang dibagi ke dalam dua skema besar. Sentuhan bahasa yang beragam ini diharapkan mampu menjadi modal kuat bagi siswa untuk beradaptasi dengan budaya industri di Asia hingga Eropa.

  • Skema Pertama (Non-Bahasa Inggris): Berfokus pada penguasaan rumpun bahasa strategis seperti Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini bahkan telah berjalan dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan target sasaran mencapai 13 ribu siswa.
  • Skema Kedua (Bahasa Inggris): Berfokus pada sertifikasi Test of English for International Communication (TOEIC). Skema ini memiliki daya jangkau yang jauh lebih masif, dengan target menjaring sekitar 170 ribu murid dari 800 lebih SMK di penjuru tanah air.
Baca Juga :  Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi Tiba di Cibinong, Disambut Meriah Warga

Guna memastikan program raksasa ini berjalan mulus di lapangan, Kemendikdasmen kini tengah gencar menyelenggarakan agenda Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2.

Pergeseran Paradigma: Saat Ijazah Tak Lagi Cukup

Langkah progresif ini juga dipicu oleh perubahan drastis pada lanskap industri modern. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, membeberkan realitas lapangan kerja saat ini yang kini tidak lagi menjadikan lembar ijazah sebagai satu-satunya penentu kesuksesan.

Kemampuan berkomunikasi dan fleksibilitas untuk beradaptasi dalam lingkungan multinasional kini menjadi poin krusial yang dicari oleh perusahaan-perusahaan global.

Baca Juga :  Red Sparks Hadapi Tantangan Berat Melawan Gimcheon Hi-Pass yang On Fire

Bahasa menjadi jembatan masa depan. Karena itu lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional,” ujar Tatang memberikan motivasi.

Pemerintah berkomitmen agar investasi pendidikan ini benar-benar melahirkan lulusan yang tangguh. Keterampilan teknis (hard skill) yang menjadi ciri khas anak SMK kini harus dikawinkan dengan kemahiran bahasa serta kekuatan karakter (soft skill).

Di akhir penjelasannya, Tatang menganalogikan bahwa lembar sertifikasi bahasa asing ini akan berfungsi layaknya ‘paspor global’. Sebuah dokumen berharga yang akan membuka jalan lebih lebar bagi anak-anak muda Indonesia untuk meniti karier, magang, hingga melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri tanpa rasa canggung.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com