
NARASITODAY.COM, LAS VEGAS – Sorot lampu oktagon UFC kembali memanas seiring munculnya potensi megaproyek duel antara sang penguasa baru, Ilia Topuria, melawan ikon MMA dunia, Conor McGregor. Topuria secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk meladeni tantangan petarung asal Irlandia tersebut. Namun, kesediaan itu tidak gratis; ada syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh McGregor terlebih dahulu.
Pernyataan ini meluncur tepat sebelum momen comeback emosional McGregor ke panggung UFC setelah vakum selama lima tahun. Di laga bertajuk UFC 329 mendatang, “The Notorious” dijadwalkan bakal baku hantam menghadapi rival lamanya, Max Holloway.
Sebagai pemegang takhta sabuk juara kelas ringan UFC, Topuria menilai duel McGregor melawan Holloway akan menjadi tolok ukur awal yang sangat menarik.
“Mereka sudah pernah bertarung satu kali [McGregor vs Holloway], dan dia [McGregor] mengalahkannya,” buka Topuria menganalisis rekam jejak keduanya.
Bagi Topuria, kemenangan atas Holloway belumlah cukup untuk langsung mengantarkan McGregor ke hadapannya. Ia menuntut konsistensi dari sang mantan juara dua divisi tersebut sebelum berhak menantangnya di atas ring.
“Conor seharusnya bisa mengalahkannya, bila kalian bertanya siapa yang diinginkan oleh saya untuk menang, yang bakal jadi pilihan terbaik. Bila Conor menang dan kemudian dia memenangkan satu laga lainnya, maka kami bisa bertarung,” tutur Topuria tegas.
Kerikil Tajam di Jalan Topuria: Harus Jinakkan Gaethje Lebih Dulu
Sentuhan drama sebetulnya tidak hanya berada di pundak McGregor. Sebelum mendikte syarat bagi orang lain, Topuria sendiri memiliki tugas mahaberat yang harus diselesaikan di atas kanvas oktagon. Petarung berjuluk “El Matador” ini dijadwalkan harus mempertahankan sabuk emas kelas ringannya dari ancaman petarung tangguh, Justin Gaethje.
Bentrok kontra Gaethje akan menjadi penentu masa depan skenario duel impian ini. Jika Topuria sukses menjinakkan perlawanan brutal Gaethje, ia baru bisa melayangkan pandangannya ke arah McGregor. Sebaliknya, jika ia tersungkur dan kehilangan gelar, skenario ini dipastikan runtuh karena McGregor diyakini tidak akan lagi sudi melirik sabuk juara yang sudah lepas dari pinggang Topuria.
Meteor Baru UFC yang Mengincar Warisan Sejarah
Ilia Topuria saat ini memang tengah menjelma menjadi salah satu komoditas paling bersinar dan menakutkan di jagat UFC. Setelah sukses merajai dan mengamankan sabuk juara di kelas bulu (featherweight), petarung berdarah Georgia-Spanyol ini mengambil langkah berani dengan naik kelas ke divisi kelas ringan (lightweight).
Alih-alih merangkak dari bawah, nama besar dan rekor tak terkalahkannya langsung mengantarkan Topuria ke panggung perebutan takhta kelas ringan yang kala itu tengah lowong. Di laga debut divisinya, ia sukses menghenyakkan publik dengan menumbangkan mantan juara bertahan Charles Oliveira lewat kemenangan KO kilat di ronde pertama.
Pada awalnya, cetak biru karier Topuria adalah mengincar duel akbar melawan Islam Makhachev. Namun, momentum tersebut meleset lantaran di saat yang bersamaan dengan keputusan Topuria naik kelas, Makhachev juga memilih bermigrasi naik ke divisi kelas welter (welterweight).
Kini, dengan jalur Makhachev yang menjauh, perhatian Topuria sepenuhnya beralih kepada nama besar Conor McGregor sebuah duel yang tidak hanya menjanjikan bayaran selangit, tetapi juga status legenda jika ia berhasil memenuhinya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













