NARASITODAY.COM,LOS ANGELES – Dua dekade telah berlalu sejak ruang sidang Santa Maria, California, menjadi pusat perhatian dunia atas kasus hukum terbesar di abad ke-21. Kini, memoar kelam pertempuran hukum mendiang King of Pop, Michael Jackson, atas dugaan kasus pelecehan anak pada tahun 2005 silam akan dibuka kembali lewat serial dokumenter terbaru besutan Netflix berjudul Michael Jackson: The Verdict.
Mengutip laporan dari Tudum pada Rabu (20/5/2026), docuseries ini dijadwalkan tayang perdana pada 3 Juni mendatang. Proyek ini digawangi oleh David Herman selaku showrunner sekaligus produser eksekutif, bekerja sama dengan Fiona Stourton, James Goldston, serta sutradara Nick Green di bawah bendera rumah produksi Candle True Stories.
Menembus Dinding Ruang Sidang Tanpa Kamera
Sentuhan sinematik dokumenter ini akan merangkum secara mendalam rentetan peristiwa yang dimulai dari mencuatnya dakwaan pelecehan pada 2003, ketegangan proses peradilan, hingga hiruk-pikuk sirkus media yang luar biasa masif di sekitar ruang sidang. Michael Jackson: The Verdict berjanji akan menyajikan perspektif yang berimbang secara forensik, baik dari sudut pandang jaksa penuntut maupun tim kuasa hukum.
Untuk mewujudkannya, tim produksi mengumpulkan kesaksian langsung dari orang-orang kunci yang berada di dalam ruang sidang kala itu, mulai dari para juri, saksi mata, pihak penuduh, tim pembela, hingga jurnalis yang meliputnya. Langkah ini diambil karena selama persidangan berlangsung, otoritas hukum melarang keras adanya kamera media di dalam ruangan.
“Sudah 20 tahun sejak persidangan Michael Jackson yang menyatakannya tidak bersalah. Namun, hingga hari ini, kontroversi masih terus membara,” ungkap tim produksi dalam pernyataan resminya.
“Kala itu, tidak ada kamera yang diizinkan masuk ke dalam ruang sidang, sehingga pandangan publik terhadap fakta-fakta yang ada disaring oleh para komentator dan disajikan secara sepotong-sepotong. Sudah saatnya untuk melihat persidangan ini secara forensik secara keseluruhan,” tegas mereka.
Fakta Murni di Atas Meja Hijau
Meski pada akhir persidangan panjang tersebut Michael Jackson dinyatakan bebas murni dari semua dakwaan, bayang-bayang kasus ini tidak pernah benar-benar lenyap. Ketertarikan publik terhadap sang megabintang tetap bertahan lama, melintasi waktu bahkan setelah ia mengembuskan napas terakhirnya pada tahun 2009.
Sutradara Nick Green dan produser eksekutif Fiona Stourton mengungkapkan bahwa momentum dua dekade ini merupakan waktu yang paling tepat untuk mengupas kembali dinamika persidangan tersebut sebagai sebuah catatan sejarah murni, tanpa bumbu opini spekulatif.
“Kami merasa ini adalah waktu yang tepat untuk meninjau kembali persidangan tersebut beserta pertanyaan-pertanyaan yang masih tersisa,” tutur tim pembuat film.
Mereka juga menekankan bahwa pendekatan yang diambil dalam proyek ini sangat objektif, dengan hanya mengandalkan fakta-fakta hukum yang benar-benar terungkap di meja hijau demi membawa penonton merasakan langsung atmosfer peradilan dua puluh tahun silam.
“Tujuannya adalah membawa penonton masuk ke dalam proses persidangan dan hanya berbicara kepada para saksi mata yang memang memainkan peran dalam peristiwa-peristiwa tersebut,” pungkas tim pembuat film menegaskan komitmen mereka.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














