Demi Pikat Rekrutan Baru ke Ukraina, Putin Teken Dekret Penghapusan Utang hingga Rp2,4 Miliar

0
Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin.(Foto : kalimantanlive.com)

NARASITODAY.COM,MOSKOWPemerintah Rusia kembali meluncurkan strategi finansial ekstrem untuk memperkuat barisan militernya. Presiden Vladimir Putin secara resmi menandatangani dekret baru yang memberikan fasilitas pembebasan utang hingga mencapai 10 juta rubel (sekitar Rp2,49 miliar) bagi warga negara yang bersedia mendaftarkan diri sebagai tentara baru untuk dikirim ke medan perang Ukraina.

Mengutip laporan AFP pada Selasa (26/5/2026), kebijakan pengampunan utang skala besar ini meluncur setelah Kremlin secara konsisten menawarkan insentif gaji yang sangat menggiurkan selama lebih dari empat tahun terakhir bagi para pria yang bersedia bergabung dalam ofensif militer tersebut.

Baca Juga :  Creamy Garlic Shrimp, Resep Praktis untuk Makan Malam yang Menggugah Selera

Kompensasi Finansial di Balik Seragam Militer

Berdasarkan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kremlin, pembebasan utang fantastis ini tidak hanya berlaku bagi sang tentara rekrutan baru, melainkan juga mencakup pasangan mereka. Namun, hak istimewa ini mengikat syarat yang ketat.

Fasilitas ini hanya diberikan kepada mereka yang menandatangani kontrak militer terhitung setelah tanggal 1 Mei tahun ini. Selain itu, pemerintah Rusia menetapkan syarat mutlak bahwa kontrak tersebut harus ditandatangani untuk jangka waktu minimal satu tahun dan ditujukan khusus untuk mengemban misi “operasi militer khusus” istilah resmi yang digunakan Kremlin untuk perang di Ukraina.

Baca Juga :  Uni Eropa Pertimbangkan Pelarangan Etanol dalam Produk Pembersih Tangan

Dekret penghapusan utang ini menjadi instrumen dukungan ekonomi paling anyar yang digelontorkan Moskow demi menjaga moral dan jumlah personel pasukan yang berada di garda depan.

Siasat Ekonomi Siaga Perang dan Janji Kelas Sosial

Langkah ini mempertegas kondisi domestik Rusia yang telah berada dalam mode ekonomi siaga perang selama lebih dari empat tahun. Di bawah kepemimpinan Putin, pemenuhan kebutuhan logistik militer dan mobilisasi personel mendapatkan prioritas utama di atas sektor-sektor domestik lainnya, mengubah lanskap ekonomi negara tersebut secara masif.

Baca Juga :  Rusia Tegaskan Kejahatan Perang oleh AS dan Israel di Iran

Di sisi lain, insentif yang ditawarkan Kremlin kini tidak lagi sekadar urusan materi jangka pendek. Selain memberikan stimulus finansial berupa penghapusan utang dan gaji tinggi, Putin juga secara konsisten mengadvokasi program peningkatan kelas sosial bagi para veteran perang Ukraina.

Dalam berbagai kesempatan, Putin menyerukan agar para pejuang yang kembali dari medan perang diberikan peran profesional yang bergengsi saat pulang ke tanah air, sebuah upaya untuk menempatkan para veteran di struktur elite sosial baru Rusia.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com