Kebanyakan Minum Matcha? Ketahui 5 Dampak Buruk yang Sering Terabaikan

0
Matcha
Ilustrasi bubuk matcha hijau beserta sendok kayu.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Matcha semakin populer sebagai minuman yang identik dengan gaya hidup sehat. Bubuk teh hijau asal Jepang ini dikenal kaya akan antioksidan dan sering dikonsumsi sebagai minuman, campuran latte, hingga bahan berbagai hidangan penutup. Meski memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, konsumsi matcha secara berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai efek yang kurang baik bagi tubuh.

Para ahli mengingatkan bahwa seperti minuman berkafein lainnya, matcha sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Berikut lima dampak buruk yang dapat muncul jika terlalu banyak mengonsumsi matcha.

1. Gangguan Tidur

Matcha mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur, kandungan kafein tersebut dapat menyebabkan sulit tidur, kualitas tidur menurun, hingga insomnia pada sebagian orang yang sensitif terhadap kafein.

Baca Juga :  Menjaga Kecerdasan di Usia Senja: 8 Kebiasaan yang Direkomendasikan Psikolog

2. Jantung Berdebar dan Rasa Gelisah

Asupan kafein yang tinggi dapat memicu jantung berdebar, rasa cemas, gelisah, hingga tangan gemetar pada beberapa individu. Risiko ini lebih besar pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap kafein atau mengonsumsi matcha bersamaan dengan kopi, minuman energi, maupun sumber kafein lainnya.

3. Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi matcha dalam jumlah berlebihan, terutama saat perut kosong, dapat menyebabkan keluhan seperti mual, nyeri lambung, atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Kandungan tanin dalam teh juga dapat memicu iritasi lambung pada sebagian orang.

Baca Juga :  Reputasi Indore sebagai Kota Terbersih Hancur oleh Wabah Diare Hebat yang Memakan Puluhan Nyawa!

4. Menghambat Penyerapan Zat Besi

Senyawa tanin yang terdapat dalam matcha diketahui dapat mengurangi penyerapan zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari makanan nabati. Jika dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan secara rutin, terutama pada orang yang rentan mengalami kekurangan zat besi, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko anemia.

5. Menambah Asupan Gula dan Kalori

Banyak produk matcha yang dijual di kafe atau restoran disajikan dalam bentuk latte dengan tambahan gula, sirup, krimer, atau whipped cream. Konsumsi berlebihan terhadap minuman jenis ini dapat meningkatkan asupan kalori dan gula harian, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan apabila tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat.

Baca Juga :  Aturan Minum Kopi dan Matcha Saat Puasa, Sebaiknya Jangan di Waktu Ini

Konsumsi Secukupnya untuk Mendapatkan Manfaat

Matcha tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Memilih matcha tanpa tambahan gula berlebihan, menghindari konsumsi menjelang waktu tidur, serta memperhatikan total asupan kafein dari berbagai sumber merupakan langkah yang dapat membantu meminimalkan efek samping.

Bagi ibu hamil, ibu menyusui, orang dengan gangguan jantung tertentu, atau individu yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ingin mengonsumsi matcha secara rutin. Dengan konsumsi yang bijak, manfaat matcha dapat dinikmati tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat asupan yang berlebihan.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com