NARASITODAY.COM,JAKARTA – Menstrual cup semakin dikenal sebagai salah satu alternatif pembalut sekali pakai yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan berulang kali. Terbuat dari bahan seperti silikon medis, karet, atau termoplastik elastomer (TPE), alat ini dirancang untuk menampung darah menstruasi di dalam vagina selama beberapa jam sebelum dikosongkan dan dibersihkan.
Meski menawarkan berbagai keunggulan, seperti mengurangi limbah dan lebih hemat dalam jangka panjang, penggunaan menstrual cup juga memerlukan pemahaman yang baik. Kebersihan, cara pemasangan, hingga pemilihan ukuran menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Sebelum memutuskan menggunakan menstrual cup, ada baiknya memahami beberapa risiko yang dapat muncul jika penggunaannya tidak dilakukan dengan benar.
1. Risiko Iritasi atau Ketidaknyamanan
Pada masa awal penggunaan, sebagian orang mungkin merasakan rasa tidak nyaman atau iritasi ringan. Kondisi ini dapat terjadi karena ukuran menstrual cup kurang sesuai, posisi pemasangan belum tepat, atau tubuh masih dalam tahap beradaptasi.
Jika rasa tidak nyaman terus berlanjut, pengguna sebaiknya mencoba ukuran lain atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran yang sesuai.
2. Meningkatkan Risiko Infeksi Jika Kebersihan Tidak Dijaga
Menstrual cup harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum dan setelah digunakan. Tangan juga perlu dicuci dengan sabun sebelum memasang maupun melepas alat tersebut.
Apabila kebersihan tidak terjaga, bakteri dapat berkembang dan meningkatkan risiko infeksi pada vagina. Karena itu, penting mengikuti petunjuk penggunaan serta mensterilkan menstrual cup sesuai rekomendasi produsennya.
3. Risiko Kebocoran
Kebocoran dapat terjadi apabila menstrual cup tidak terpasang dengan benar, kapasitasnya sudah penuh, atau ukuran yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi tubuh pengguna.
Untuk mengurangi risiko ini, pengguna perlu memastikan menstrual cup terbuka dengan sempurna setelah dipasang dan mengosongkannya secara berkala, terutama saat aliran darah menstruasi sedang deras.
4. Kesulitan Saat Melepas Menstrual Cup
Sebagian pengguna, terutama yang baru pertama kali mencoba, mungkin mengalami kesulitan saat melepas menstrual cup. Menarik alat tanpa melepaskan segel vakumnya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Cara yang dianjurkan adalah menekan bagian dasar menstrual cup terlebih dahulu untuk menghilangkan efek vakum, kemudian mengeluarkannya secara perlahan sambil tetap rileks.
5. Risiko Gangguan Kesehatan yang Jarang Terjadi
Dalam kasus yang sangat jarang, penggunaan menstrual cup yang tidak higienis atau digunakan terlalu lama tanpa dikosongkan dapat meningkatkan risiko infeksi serius. Meski kejadiannya tergolong langka, pengguna tetap dianjurkan mengikuti petunjuk pemakaian, tidak menggunakan menstrual cup melebihi waktu yang direkomendasikan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri hebat, atau keputihan yang tidak normal.
Gunakan dengan Benar agar Tetap Aman
Menstrual cup dapat menjadi pilihan yang praktis, ekonomis, sekaligus membantu mengurangi limbah pembalut sekali pakai. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika pengguna memahami cara penggunaan yang benar dan menjaga kebersihan alat secara konsisten.
Apabila memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti infeksi vagina yang sedang berlangsung, baru menjalani prosedur medis pada area reproduksi, atau masih ragu mengenai penggunaan menstrual cup, berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah produk ini merupakan pilihan yang tepat.
Dengan informasi yang memadai dan penggunaan yang sesuai anjuran, menstrual cup dapat digunakan secara aman dan nyaman sebagai salah satu alternatif produk menstruasi.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com













