Ketahui 5 Unsur Penyebab Penyakit Autoimun Lebih Banyak Menyerang Wanita

0
Penyakit autoimun
Ilustrasi autoimun.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan zat berbahaya justru menyerang sel serta jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kelainan pada kulit, sendi, hingga organ-organ vital.

Menariknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita penyakit autoimun adalah wanita. Diperkirakan sekitar 80 persen kasus autoimun terjadi pada perempuan, meskipun penyebab pastinya masih terus diteliti oleh para ilmuwan.

Para ahli menyebutkan bahwa tingginya angka kejadian autoimun pada wanita dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, hormonal, genetik, dan lingkungan. Berikut lima unsur yang diduga berperan dalam meningkatkan risiko penyakit autoimun pada wanita.

1. Pengaruh Hormon Estrogen

Salah satu faktor yang paling banyak dikaitkan dengan penyakit autoimun adalah hormon estrogen. Hormon ini diketahui memiliki peran dalam mengatur respons sistem kekebalan tubuh.

Kadar estrogen yang lebih tinggi pada wanita dapat membuat sistem imun menjadi lebih aktif dibandingkan pria. Di satu sisi kondisi ini membantu tubuh melawan infeksi, tetapi di sisi lain juga dapat meningkatkan risiko munculnya reaksi autoimun pada individu yang rentan.

Baca Juga :  Takut Nyetir? Kenali 5 Penyebab Utama yang Bikin Gengsi dan Cemas di Jalan

2. Faktor Genetik

Riwayat keluarga juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit autoimun. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit autoimun diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Selain itu, sejumlah gen yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh berada pada kromosom X. Wanita memiliki dua kromosom X, sehingga diduga terdapat pengaruh genetik yang membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan autoimun.

3. Respons Sistem Imun yang Lebih Aktif

Secara alami, sistem kekebalan tubuh wanita cenderung memberikan respons yang lebih kuat terhadap infeksi dibandingkan pria. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa wanita sering kali memiliki respons imun yang lebih baik terhadap beberapa penyakit maupun vaksin.

Baca Juga :  5 Efek Samping Berbahaya dari Obat Nyamuk Elektrik yang Perlu Diwaspadai!

Namun, aktivitas sistem imun yang lebih tinggi tersebut juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam mengenali sel tubuh sendiri sebagai ancaman, sehingga memicu penyakit autoimun.

4. Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup

Paparan asap rokok, polusi udara, infeksi tertentu, stres berkepanjangan, hingga kurangnya waktu istirahat diduga dapat memengaruhi munculnya penyakit autoimun pada individu yang memiliki faktor risiko.

Meski faktor lingkungan tidak secara langsung menyebabkan autoimun, paparan tersebut dapat menjadi pemicu munculnya penyakit pada orang yang memiliki kerentanan genetik.

5. Perubahan Hormon pada Fase Kehidupan Wanita

Wanita mengalami berbagai perubahan hormon sepanjang hidupnya, seperti saat pubertas, kehamilan, setelah melahirkan, hingga memasuki masa menopause. Perubahan ini dapat memengaruhi keseimbangan sistem kekebalan tubuh.

Pada sebagian wanita, gejala penyakit autoimun dapat membaik atau justru memburuk selama fase-fase tersebut, tergantung pada jenis penyakit dan kondisi kesehatan masing-masing.

Baca Juga :  7 Langkah Mudah untuk Meningkatkan Kualitas Tidur di Malam Hari

Penting Mengenali Gejala Sejak Dini

Gejala penyakit autoimun sangat beragam dan sering kali menyerupai penyakit lain. Keluhan yang umum muncul antara lain mudah lelah, nyeri sendi, ruam pada kulit, demam ringan yang berulang, rambut rontok, hingga pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis penyakit autoimun memerlukan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi.

Menjalani pola hidup sehat, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan apabila muncul keluhan yang mengarah pada penyakit autoimun merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini dan menentukan langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com